GlobalSulbar.com, Mamuju – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) melakukan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) keluarga Berintegritas, di Ballrom Hotel Maleo, Mamuju, Rabu (1/11).
Bimtek tersebut mengusung tema Menjaga Integritas Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Malaqbi dan Menegakkan prinsip Mellete Diatonganan Untuk Sulbar Maju terus.
Pada bimtek itu, Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi RI, Wawan Wardiana, memaparkan, tiga strategi dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, yaitu pendidikan masyarakat, pencegahan, dan penindakan.
Pencegahan korupsi harus dilakukan mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar dalam pemerintahan” kata Wawan kepada seluruh perangkat OPD lingkup Pemprov Sulbar bersama istri
Menurutnya, seluruh perangkat daerah OPD lingkup Pemprov Sulawesi Barat harus membangun integritas agar tidak melakukan tidak pidana korupsi.
Ia menuturkan, saat ini kejahatan korupsi masih dianggap sebagai kejahatan yang luar biasa, jika dibandingkan dengan kejahatan yang lainya.
“Korupsi dikatakan kejahatan luar biasa sebab yang melakukan korupsi satu orang tetapi yang dirugikan bisa sampai ribuan orang,” tutur Wawan
Selain itu, kata Wawan, korupsi dianggap kejahatan luar biasa karena dampaknya luar biasa, namun biasanya masyarakat tidak sadar sebagai korban korupsi sehingga perlu kesadaran dengan memberikan pemahaman.
“Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun nilai integritas antikorupsi, karena itu KPK konsentrasi terhadap bimbingan teknis, peningkatan kapabilitas, dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya
Wawan juga menambahkan, strategi pencegahan dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pada lembaga atau instansi yang lebih transparan dan akuntabel. Misalnya membangun sistem yang terintegrasi dengan sistem elektronifikasi agar masyarakat mudah mengaksesnya.
“Harapannya seluruh kepala OPD dan istri melalui kegiatan ini, bisa menjadi tauladan diri sendiri, dan dapat mengimplementasikan nilai-nilai integritas. Sehingga kedepan generasi kita menjadi generasi yang berintegritas,” bebernya
Ditempat yang sama, Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan, kegiatan ini sangat luar biasa apalagi menghadirkan istri dan suami masing-masing OPD.
Ia mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif tim dari KPK dalam hal pelaksanaaan Bimbingan Teknis Kelurga Berintegritas di Provinsi Sulbar.
“Kami di daerah berharap secara nasional atau dianggarkan secara khusus untuk diikutkan dan ini sangat berdampak kedepannya,” ucapnya.
Menurutnya, perlu pengawasan khusus dalam APBD Sulbar, mulai dari belanja dan pendapatan. Apalagi saat ini Sulbar masih dibawah rata-rata nasional. Ia menekankan agar dalam mengelola anggaran OPD dan seluruh kabupaten dapat lebih berhati-hati.
“Namun kita bersyukur karena inflasi, kita masuk sebagai daerah inflasi terendah. Yang terpenting dilakukan adalah menjaga aspek ketaatan dalam mengelola anggaran,” tutup Zudan.
(Kalam)






