Insiden Berdarah di Mamuju Telan Korban Jiwa

GlobalSulbar.com, Mamuju – Piket Pamapta bersama Piket fungsi dan Tim URC Polresta Mamuju bergerak cepat mendatangi TKP penganiayaan menggunakan senjata tajam di depan area parkir King Karaoke, Jalan Diponegoro, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu 4 Juli 2026.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, Kompol Agustinus Pigay mengatakan, insiden berdarah yang terjadi sekitar pukul 02.44 Wita tersebut menelan korban jiwa, seorang pria berinisial T (53), warga Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju setelah sempat mendapatkan penanganan medis di RS Bhayangkara Mamuju.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka sayat pada tangan kiri serta luka tusuk di bagian perut kiri atas yang menyebabkan perdarahan hebat,” terangnya

Menurutnya, selain korban meninggal, dua orang lainnya juga mengalami luka.

“Korban berinisial K (41), anggota TNI, mengalami dua luka tusuk pada bagian punggung dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Manakarra dalam kondisi sadar”,

“Sementara D (24), warga Kelurahan Karema, mengalami luka dan nyeri pada bahu kiri serta telah mendapatkan perawatan medis,” bebernya

Lebih lanjut, ia menjelaskan, dari hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika D mengaku menjadi korban pemukulan di salah satu tempat hiburan malam. Saat keluarganya mendatangi lokasi untuk mencari informasi, mereka menemukan sekelompok orang terlibat perkelahian. Tidak lama kemudian, seorang pria ditemukan tergeletak bersimbah darah dan segera dievakuasi ke rumah sakit.

“Berdasarkan hasil Visum et Repertum Tim Forensik Biddokkes Polda Sulbar, korban meninggal mengalami luka tusuk pada bagian perut yang diduga menyebabkan perdarahan masif,” paparnya

Dirinya pun menambahkan, Pihaknya telah mengamankan barang bukti sebilah badik dan seorang pria berinisial M.A.F. (20), warga Kelurahan Karema, yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut,” tutupnya

Polresta Mamuju terus melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi serta melengkapi alat bukti guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif kejadian.

Hingga saat ini, proses penyidikan masih berlangsung dan kepolisian belum menyampaikan motif pasti dari peristiwa tersebut. (HPM)

 

(Kalam)

***

Pos terkait