GlobalSulbar.com, Mamuju – Satresnarkoba Polresta Mamuju menggelar konferensi pers terkait pengungkapan dua kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan peredaran obat berbahaya tanpa izin.
Konferensi pers tersebut dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Polresta Mamuju, AKP Sigit Purnomo, didampingi Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, di Mapolresta Mamuju, Jumat, 17 Juli 2026.
AKP Sigit Purnomo menjelaskan, pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika dilakukan pada 7 Juli 2026 di sebuah rumah yang berada di Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju.
Pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika di lokasi tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, personel Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan penggerebekan.
Pada penggerebekan itu, kata AKP Sigit, petugas mendapati tiga orang berinisial AM, FD, dan seorang perempuan berinisial SD yang sedang asyik berpesta sabu di dalam rumah.
“AM dan SD diketahui merupakan pasangan calon pengantin yang dijadwalkan melangsungkan pernikahan pada 1 Agustus 2026. Sementara FD merupakan calon adik ipar dari pasangan tersebut,” ungkapnya
Menurutnya, dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu dengan berat bruto sekitar 3 gram, dua alat hisap (bong), serta dua unit telepon genggam yang diduga digunakan dalam aktivitas penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, lanjutnya, dalam pengungkapan kasus terpisah, Satresnarkoba Polresta Mamuju juga mengamankan seorang tersangka berinisial SM yang diduga melakukan penjualan obat berbahaya tanpa izin. Dari tangan tersangka, polisi menyita sebanyak 612 butir obat berbahaya jenis “boje” sebagai barang bukti.
Ia menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, salah seorang tersangka kasus narkotika mengaku memperoleh sabu dari jaringan yang berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Transaksi dilakukan menggunakan sistem tempel, di mana bandar tidak bertemu langsung dengan pembeli.
“Pelaku mengaku mendapatkan sabu dari Palu dengan sistem tempel. Setelah pembayaran dilakukan, bandar memberikan titik lokasi penyimpanan barang, kemudian pelaku mengambilnya sesuai petunjuk yang diberikan,” terangnya
Dirinya juga menambahkan, saat ini, Satresnarkoba Polresta Mamuju masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan pemasok sabu yang diduga berasal dari luar daerah.
“Ketiga tersangka kasus narkotika telah ditahan di Rumah Tahanan Polresta Mamuju dan dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara tersangka kasus penjualan obat berbahaya tanpa izin juga diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” paparnya
Pihaknya pun mengimbau seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkoba dan peredaran obat berbahaya dengan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing. (HPM)
(Kalam)
***






