Mengaku Polisi, Oknum Tak Dikenal Tipu Wanita Asal Pasangkayu Hingga Puluhan Juta Rupiah

GlobalSulbar.com, Mamuju – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulbar, Kombes Pol Slamet Wahyudi mengimbau seluruh masyarakat khususnya di Provinsi Sulawesi Barat untuk berhati-hati dan waspada terhadap pelaku penipuan yang mengaku sebagai Polisi.

Menurut Slamet, dalam menjalankan aksinya, penipu yang mengaku sebagai polisi itu mengabarkan bahwa anggota keluarga anda terlibat kasus pidana baik narkoba, pengeroyokan, pencurian dan sebagainya, kemudian berjanji bisa melepaskan anggota keluarga korban asalkan mengirimkan sejumlah uang ke rekening pelaku penipuan tersebut.

Ia menuturkan, peristiwa penipuan dengan modus seperti itu, baru-baru ini juga telah menimpa salah seorang wanita yang bernama Milda (49) warga asal Pasangkayu.

Berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/B/4/I/2024/SPKT/Polda Sulbar tanggal 28 Januari tentang tindak pidana Penipuan.

Lebih jauh, Slamet menjelaskan, pada hari Minggu kemarin, Milda melaporkan persoalannya ke SPKT Polda Sulbar, dan mengaku ditipu hingga mengalami kerugian sebesar Rp. 39 juta oleh orang yang mengaku-ngaku polisi narkoba di Polda Sulbar.

Dalam laporannya, Milda mengaku mendapat telepon dari orang yang mengaku polisi narkoba, mengabarkan bahwa anaknya yang berinisial “M” sedang ditangkap dan diamankan di Polda Sulbar karena kasus Narkoba.

Selanjutnya oknum penipu yang mengaku polisi tersebut dalam perbincangan lewat handphone bersedia melepaskan anak korban, asal korban menyanggupi untuk menebus sang anak senilai Rp 100 juta.

Karena panik, Milda lupa untuk melakukan konfirmasi lebih awal dengan anaknya, sampai akhirnya, terjadi tawar-menawar uang tebusan, agar sang anak bisa segera dibebaskan.

Dari aksi tawar-menawar itu, negosiasi yang disepakati dari tebusan awal Rp. 100 juta turun ke angka 70 juta, kemudian 50 juta dan akhirnya sepakat diangka  Rp. 40 juta dan korban hanya mentransfer Rp.39 juta ke rekening 000101124644508 atas nama Fajar D Juliantoro sebanyak 4 kali transaksi di BRI link terdekat.

“Milda baru sadar menjadi korban penipuan, setelah berhasil melakukan transfer dan berangkat ke Polda Sulbar untuk menjemput anaknya namun nomor oknum yang sebelumnya terus menjadi media komunikasi sudah tidak aktif lagi dan nama penyidik yang di sebutkan sebelumnya tidak ada di Polda Sulbar,” jelas Slamet, Senin, 29 Januari 2024.

Dirinya juga menambahkan, kemungkinan ada pihak yang mengetahui persis persoalan anak korban karena informasi yang disampaikan akurat, sehingga dimanfaatkan untuk mengelabui korban.

“Ingat hati-hati dan jangan langsung percaya saat ada telepon dari seseorang, usahakan konfirmasi dulu” tutupnya (HPS)**

(Kalam)

Pos terkait