GlobalSulbar.com, Polman – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai, secara resmi membuka kegiatan Seminar Peminatan Kewirausahaan untuk Pemuda, di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Kamis, 30 April 2026.
Dalam sambutannya, Bau Akram Dai mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menargetkan lahirnya 1.000 pelaku usaha Ekraf dan UMKM setiap tahun.
“Salah satu target strategis yang dicanangkan adalah lahirnya 1.000 pelaku usaha Ekraf dan UMKM setiap tahun di Sulawesi Barat”,
“Oleh karena itu, melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, Dispoparekraf akan turut berperan aktif dalam mewujudkan target pemerintah provinsi tersebut. Kita dorong lahirnya pelaku usaha yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di era ekonomi digital,” terangnya
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pun mendorong transformasi pelaku usaha melalui program digitalisasi, khususnya dalam mengakselerasi perubahan UMKM konvensional menjadi usaha berbasis teknologi yang mampu bersaing di era ekonomi digital.
Pada kesempatan itu juga, Bau Akram mengingatkan para peserta untuk mampu melihat dan memanfaatkan peluang usaha di berbagai sektor potensial, seperti kuliner, kerajinan, dan fashion (wastra), yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas lokal daerah.
Kepada 107 wirausahawan muda yang hadir, Kepala Dispoparekraf turut membagikan sejumlah kiat dalam memulai dan mengembangkan usaha, antara lain dengan memanfaatkan potensi lokal, mengoptimalkan penggunaan teknologi, membangun jejaring, serta terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan yang disediakan oleh pemerintah.
“Kami mendorong para pemuda untuk berani memulai usaha dari potensi yang ada di sekitar, memanfaatkan teknologi secara maksimal, serta terus mengasah kemampuan melalui pelatihan yang difasilitasi pemerintah,” ujar Bau Akram.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kepemudaan Dispoparekraf Sulbar, Karnoto, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 107 peserta yang berasal dari berbagai unsur, termasuk pelajar, mahasiswa, komunitas, organisasi kepemudaan, serta pemuda umum yang memiliki minat di bidang kewirausahaan.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dasar kewirausahaan, menumbuhkan semangat dan karakter usaha, serta mendorong peserta mampu melihat peluang berbasis potensi lokal dan menyusun rencana usaha sederhana,” jelas Karnoto.
Karnoto juga menyampaikan bahwa seminar dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong penguatan kapasitas dan minat kewirausahaan di kalangan pemuda.
“Penguatan kapasitas dan minat kewirausahaan penting sebagai salah satu pilar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.






