Alokasi Anggaran Untuk Gubernur Terpangkas 50 Persen, SDK : Tidak Usah Kita Makan Minum di Ruangan, Cukup Air Putih Saja

GlobalSulbar.com, Mamuju – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, di halaman Kantor Gubernur Sulbar, Senin 17 November 2025.

Dalam amanatnya, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka mengajak para ASN untuk kembali menata diri dan bekerja dengan semangat memperbaiki daerah.

“Untuk bisa mengubah kita dulu yang berubah, karena kita adalah teladan, kita adalah panutan. Kalau pemerintahnya dilihat aut-autan ya rakyat tidak percaya kita, dengan demikian perbaiki diri, perbaiki tata kelola, perbaiki disiplin, perbaiki tanggungjawab,” terangnya

SDK menginginkan agar
Pejabat yang memegang posisi strategis harus menjaga integritas dan tidak bermain-main dengan hak orang lain.

“Jangan ambil haknya orang,” tegasnya

Ia juga menyoroti peran kepala dinas yang dianggapnya punya pengaruh besar terhadap pola kerja bawahan.

Menurut SDK, bawahan akan mengikuti apa yang mereka lihat dari pimpinannya.

Keteladanan, lanjutnya, menjadi fondasi. Jika pimpinan dianggap salah oleh bawahannya, maka instruksi apa pun akan sulit diikuti.

“Kepala dinas jadi teladan, supaya anak buah bisa mengikuti, anak buah ada yang dia lihat, anak buah bisa ikut jalan kita. Kenapa? karena jalan kita benar, tapi kalau di mata anak buah jalan kita salah, mana ada yang mau ikut? bahkan akan menjadi pelajaran buruk bagi anak buah kita. Dengan demikian, mari perbaiki,” jelasnya.

SDK juga menyinggung kondisi anggaran Pemprov Sulbar yang kini diperhadapkan dengan pemotongan anggaran dari Pemerintah pusat.

Kendati demikian, Ia meminta agar para ASN tidak mempermasalahkan kebijakan tersebut dan tetap loyal pada keputusan pemerintah pusat.

Menurutnya, yang penting adalah bagaimana daerah bisa beradaptasi dan tetap berjalan.

Dirinya pun mengakui, alokasi anggaran untuk gubernur ikut terpangkas sebesar 50 persen.

“Jadi bukan hanya saudara yang merasakan itu. Saya pun melakukan pemotongan secara ekstrem. Uang makam minum sudah hapus saja. Tidak usah kita makam minum di ruangan, cukup air putih saja,” tutupnya

 

(Kalam)

***

Pos terkait