GlobalSulbar.com, Mamuju – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar menyediakan biaya pendidikan sebesar Rp 420.000.000 bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) miskin.
Kadis Dikbud Sulbar, Mitthar, mengatakan, tentu dengan anggaran itu, belum dapat mengcover semua ATS miskin yang ingin kembali bersekolah.
“Oleh karenanya, validasi dan verifikasi data ATS yang berkategori miskin perlu dilakukan untuk membuat prioritas ATS yang layak menerima dukungan biaya pendidikan” katanya, Minggu, (12/11).
Ia menuturkan, pemberian biaya pendidikan itu semacam pelecut bagi ATS miskin agar dapat mengenyam pendidikan setinggi mungkin untuk masa depan mereka.
Mitthar pun menginginkan, Pemerinta Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Desa (Pemdes) se Sulbar dapat melakukan hal serupa sebagai bagian dari kolaborasi yang harus terus berlanjut sebagaimana yang selalu didengungkan oleh Pj Gubernur Sulbar, Prof Zudan Arif Fakrulloh.
“Sebetulnya Pemerintah telah membebaskan biaya pendidikan alias gratis, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga jenjang pendidikan menengah (SMA sederajat), kecuali pada satuan pendidikan yang dikelola oleh masyarakat (sekolah swasta),” ucap Mitthar
Namun, kata Dia, pembebasan biaya pendidikan yang dimaksud, tidak mengakomodir biaya personal bagi peserta didik, misalnya seragam dan perlengkapan sekolah, transportasi, alat tulis, buku tulis, dan biaya personal lainnya.
“dukungan biaya pendidikan yang akan kami berikan, diorientasikan untuk biaya personal siswa,” ungkapnya
Mitthar menjelaskan, tim penanganan ATS sedang melaksanakan tahapan awal verifikasi data ATS miskin yang layak mendapatkan biaya pendidikan di enam kabupaten.
Pelaksanaan verifikasi itu dibantu tim penanganan ATS dari sekolah, baik SMA, SMK, maupun SLB di seluruh wilayah Sulbar.
“Verifikasi administrasi awal telah dilaksanakan selama tiga hari, sejak 7 hingga 9 November 2023 kemarin”
“Hari pertama di Kabupaten Mamuju dan Mamasa, hari kedua di Kabupaten Mamuju Tengah dan Polewali Mandar, serta di Kabupaten Pasangkayu dan Majene pada hari ketiga,” jelasnya
Menurutnya, secara umum, verifikasi dibagi dalam dua tahap, verifikasi administrasi dan verifikasi faktual di lapangan.
Kedua tahapan verifikasi itu, jika tim verifikasi tidak menghadapi kendala berarti di lapangan, diharapkan dapat selesai pekan ini.
Sehingga hasil verifikasi dapat dilanjutkan prosesnya untuk ditetapkan sebagai penerima biaya pendidikan.
“Saya berharap, peringatan Hari Guru tanggal 25 November 2023 yang akan datang, dapat dijadikan momen gerakan kembali bersekolah”,
“Pada momen Hari Guru, kita ingin jadikan sebagai momen untuk semakin menggelorakan semangat penuntasan ATS di Sulbar, sekaligus dilakukan pemberian seragam dan perlengkapan sekolah serta biaya pendidikan kepada ATS yang ingin kembali bersekolah,” tutupnya
(Kalam)






