GlobalSulbar.com, Mamuju – Anggota DPRD Sulbar, Khalil Qibran menghadiri Talk Show Refleksi Hari Jadi Sulbar ke-22 tahun, bertema “Logam Tanah Jarang Untuk Siapa?”, yang digelar Front Marhenis Sulbar, di Galaxy Cafee, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Selasa 22 September 2026.
Pada kesempatan itu, Khalil Qibran mengatakan, Logam Tanah Jarang merupakan salah satu potensi terbesar yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Sulbar.
“Logam tanah jarang ini hanya ada tiga di indonesia, yang pertama, di Bangkabelitung, kedua, ada di Kalimantan Barat, yang ketiga ada di Sulawesi Barat, dan yang paling berpotensi besar dan yang paling banyak mengandung LTJ ada di Sulbar, yaitu Kabupaten Mamuju serta bisa menghasilkan jutaan ton ” terangnya
“Saya harus berkaca pada pendapatan asli daerah, kita tau target kita tahun lalu 774 Miliar, tapi kita hanya menghasilkan kurang lebih 224 miliar, tahun ini kita target lagi kurang lebih 557 miliar, tapi hanya sampai 70 persen, itupun sangat bergantung dengan pajak kendaraan bermotor, jadi salah satu potensi terbesar yang dapat meningkatkan PAD Sulbar adalah LTJ,” sambung pria yang akrab disapa Gali ini.
Kendati demikian, Gali juga tidak menafik dampak negatif yang bakal diitimbulkan dari aktivitas pertambangan logam tanah jarang tersebut.
Olehnya, ia menegasakan, seluruh aktivitas pertambangan di Indonesia tidak pernah meninggalkan kebaikan melainkan kerusakan.
“Seluruh tambang di indonesia tidak pernah meninggalkan yang namanya kebaikan, tapi pasti kerusakan,” tegasnya
Gali pun mengakui belum bisa mengambil sikap secara tegas untuk menolak atau mendukung tambang LTJ yang rencananya bakal dikelola oleh PT Perminas, di Desa Botteng, Kabupaten Mamuju, Sulbar itu.
“Saya belum bisa secara tegas menolak atau mendukung tambang LTJ ini, karena saya harus melihat dulu apakah menguntungkan atau merugikan masyarakat,” tutupnya
(Kalam)
***






