Geram, GMNI Mamuju Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sekretaris DPD GMNI Sulbar

GlobalSulbar.com, Mamuju – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Mamuju merasa geram, lantaran hingga saat ini pelaku pengeroyokan terhadap Sekretaris DPD GMNI Sulbar, Yudi masih bebas berkeliaran alias belum ditangkap.

Olehnya, mereka mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku.

Ketua Cabang GMNI Mamuju, Dicky mengatakan, kasus pengeroyokan tersebut telah dilaporkan ke Polresta Mamuju dengan nomor LP/B/202/VI/2026/SPKT/RESTA MAMUJU/SULBAR pada Senin, 8 Juni 2026.

Ia menilai penanganan kasus tersebut terkesan lamban.

“Penanganan kasus ini sangat lamban dan pelakunya belum ditangkap”

“Korban yang mengalami luka fisik akibat tindak kekerasan sekelompok orang hingga kini belum mendapatkan keadilan nyata. Sikap pasif kepolisian ini memicu amarah besar dari seluruh kader GMNI,” ujar Dicky, via whatsApp, Senin 8 Juni 2026.

Dicky menegaskan, pihaknya tidak akan mentoleransi sedikit pun tindakan premanisme yang dibiarkan bebas berkeliaran di ibu kota provinsi Sulbar ini.

Menurutnya, lambatnya pergerakan Polresta Mamuju menjadi preseden buruk bagi keamanan publik.

“Ini bukan sekadar penganiayaan biasa, ini adalah tantangan terbuka terhadap rasa aman masyarakat, Korban adalah pimpinan organisasi, bukti sudah jelas, laporan sudah masuk”,

“Polresta Mamuju tunggu apa lagi, Jangan sampai publik menilai polisi mandul dan membiarkan premanisme merajalela di Mamuju,” paparnya

Sehingga, pihaknya memberikan ultimatum kepada Kapolresta Mamuju untuk segera menuntaskan kasus ini dalam waktu singkat.

“Kami meminta kepada Polresta Mamuju untuk segera menangkap seluruh pelaku dan membongkar dalang di balik pengeroyokan ini”,

“Jika dalam waktu tiga hari ke depan tidak ada progres konkret dan penangkapan, saya pastikan DPC GMNI Mamuju akan mengonsolidasikan seluruh kekuatan kader dan mengepung Polresta Mamuju. Kami akan jemput paksa keadilan di jalanan,” ungkap Dicky.

Bagi Dicky, harga diri organisasi dan keselamatan kadernya adalah harga mati.

“Kami menuntut profesionalisme total dari kepolisian agar kasus ini tidak menguap begitu saja. Rasa aman warga Mamuju kini dipertaruhkan di meja penyidik Polresta Mamuju,” tutupnya

(Kalam)

***

Pos terkait