Bentrokan Antarwarga Desa di Kalumpang Pecah

GlobalSulbar.com, Mamuju – Bentrokan antarwarga Desa di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju pecah pada acara pesta pernikahan, di Dusun Lebani, Desa Kondobulo, Kamis, 4 Juni 2026.

Adapun warga yang terlibat dalam bentrokan tersebut berasal dari Desa Karataun, Salumakki, dan Kondobulo.

Salah seorang, warga Desa Kondobulo, Haran mengatakan, bentrokan dipicu saling senggol saat melakukan tarian dero.

“Penyebabnya baku senggol saat melalukan dero,” kata Haran, via WhatsApp, Senin 8 Juni 2026.

Mengetahui kejadian itu, Personel Polsek Kalumpang bersama personil BKO Polresta Mamuju bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Kalumpang, Iptu Asrul Asfah mengatakan, berkat respons cepat aparat kepolisian, situasi yang sempat memanas dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas yang lebih besar.

Menurutnya, setelah kondisi di lapangan dinyatakan aman dan kondusif, Polsek Kalumpang dibantu personil BKO Polresta Mamuju menginisiasi upaya mediasi dengan menghadirkan para pihak, di antaranya, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan unsur terkait lainnya.

“Mediasi dilaksanakan secara kekeluargaan dengan mengedepankan musyawarah mufakat dan penyelesaian yang damai,” ujarnya, Senin 8 Juni 2026.

Ia menuturkan, dari hasil mediasi tersebut, seluruh pihak sepakat untuk mengakhiri perselisihan dan tidak melanjutkan permasalahan yang terjadi.

“Kesepakatan damai berhasil dicapai sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan hubungan antarwarga Desa di wilayah Kecamatan Kalumpang,” ujarnya

Asrul juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan sikap kooperatif selama proses penyelesaian berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan seluruh warga yang telah mendukung upaya penyelesaian masalah ini secara damai”,

“Keberhasilan mediasi ini menunjukkan bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan semangat persaudaraan,” ungkapnya

Dirinya pun mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta senantiasa mengedepankan komunikasi dan koordinasi dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul di tengah masyarakat.

“Saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Karataun, Desa Salamakki, dan Desa Kondobulo terpantau aman, kondusif, serta aktivitas masyarakat kembali berjalan normal,” tutupnya

 

(Kalam)

***

Pos terkait