DKPPKB Sulbar Terus Berupaya Lakukan Pengendalian Penyakit Kusta

GlobalSulbar.com, Mamuju – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus berupaya lakukan pengendalian penyakit kusta melalui peningkatan deteksi dini, pengobatan, dan edukasi kepada masyarakat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Penyakit Kusta (SIPK) Tahun 2025, prevalensi kusta di Sulawesi Barat tercatat sebesar 1,53 per 10.000 penduduk.

Kabupaten Polewali Mandar menjadi wilayah dengan prevalensi tertinggi yaitu 2,36, disusul Majene 2,06 dan Pasangkayu 1,58. Sementara Mamasa mencatat prevalensi terendah 0,12, diikuti Mamuju 0,80 dan Mamuju Tengah 1,08.

Kepala DKPPKB Sulbar, Nursyamsi Rahim mengatakan, masih ditemukan kasus baru setiap triwulan, di samping pasien lama yang masih menjalani pengobatan serta pasien yang telah dinyatakan sembuh atau RFT.

Ia menegaskan, kusta bukan penyakit kutukan dan dapat disembuhkan jika terdeteksi sejak dini serta diobati secara tuntas.

Menurutnya, seluruh layanan pengobatan kusta di fasilitas kesehatan pemerintah diberikan secara gratis dan tersedia hingga tingkat Puskesmas.

Selain pengobatan, DKPPKB Sulbar terus melakukan edukasi untuk mengurangi stigma di masyarakat, dengan target tidak hanya menurunkan angka kasus, tetapi juga memastikan penderita kusta tidak mengalami diskriminasi.

Pos terkait