Bahtiar Baharuddin Tak Ingin Dengar Pemda se Sulbar Keluhkan Anggaran Pilkada

GlobalSulbar.com, Mamuju – Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin menyebut, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 November 2024 mendatang merupakan pekerjaan yang super prioritas.

Hal itu disampaikan Bahtiar Baharuddin dalam rapat bersama Forkopimda, KPU dan Bawaslu se -Sulbar dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan Pilkada Luber Jurdil, aman dan damai, di Kantor Gubernur Sulbar, Jumat, 31 Mei 2024.

Bahtiar Baharuddin mengatakan, perintah pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri , anggaran Pilkada sudah harus ditransfer ke penyelenggara, hingga keamanan pada Juli 2024 mendatang.

“Perintahnya Kemendagri, bulan 7 uangnya sudah harus di transfer semua. Nah, ini harus saya cek”,

“Saya harus menyampaikan sedikit agak serius, saya jadi Pj karena ada Pilkada. Maka, ini (Pilkada) adalah pekerjaan super-super prioritas yang lainnya bisa ditunda”,

“Mau bangun jalan bisa ditunda, bangun sekolah bisa ditunda. Kenapa, kalau ini Pilkada tidak sukses, merusak sistem konstitusi kita. Dampaknya luar biasa”,

“Maka seluruh hal yang menghambat Pilkada harus diselesaikan, demi kepentingan negara lebih luas,” paparnya

Bahtiar juga tak ingin mendengar Pemda se Sulbar mengeluhkan soal keterbatasan anggaran Pilkada.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan lain bisa dihentikan dan anggarannya dialihkan ke Pilkada.

“Soal anggaran, tdak ada cerita tidak ada uang. Minus, tidak ada cerita minus” ungkap Bahtiar

Lebih lanjut, ia menjelaskan, Pilkada serentak 2024 sudah ditentukan waktunya, yakni 27 November 2024. Sehingga, anggaran sudah harus ada.

“Sudah ditentukan waktunya (Pilkada) 27 November 2024. Uang, Sapras, semuanya harus ada, tidak boleh tidak. Kalau kabupaten tidak bisa siapkan uangnya, saya akan turunkan inspektorat” ungkapnya

Dirinya pun menambahkan, penyelenggara tidak boleh seenaknya mengusulkan kegiatan yang tidak perlu dianggarkan, lantaran keuangan daerah juga sangatlah terbatas. Sehingga, harus dipergunakan sebaik-baiknya.

“Saya kasi pandangan penyelenggara, uang kita itu terbatas, sehemat-hemat mungkin. Kita ingin selenggarakan Pilkada tapi kita juga mau membangun,” tutupnya

(Kalam)

***

Pos terkait