Prof. Zudan Dorong Seluruh Jenjang Pendidikan di Sulbar Terapkan Kurikulum Berbasis Lokal

GlobalSulbar.com, Mamuju – Pj Gubernur Sulbar, Prof Zudan Arif Fakrulloh mendorong agar seluruh jenjang pendidikan di Sulbar dapat menerapkan kurikulum berbasis lokal.

Prof. Zudan mendorong hal tersebut lantaran melihat banyak sekali konsep dan nilai kearifan lokal yang dimiliki Sulbar.

“Saya minggu depan setelah hari Pendidikan bersepakat mengumpulkan dan mengundang para rektor untuk dialog Pendidikan Tinggi se Sulbar,” ucap Prof. Zudan, Jumat 26 April 2024.

Menurutnya, penerapan kurikulum itu nantinya bertujuan agar nilai budaya dan kearifan lokal dapat terwariskan dengan baik kepada generasi muda di Sulbar.

Pemerintah Provinsi Sulbar berkeinginan agar dapat mengembangkan nilai-nilai luhur budaya dan melestarikan budaya lokal kepada seluruh siswa di tengah tantangan globalisasi.

“Saya merasakan mohon maaf kalau ada yang keliru, saya merasakan anak-anak muda kita harus diberi penguatan nilai – nilai kemandaran dan ingin saya jadikan nilai kemandaran itu menjadi kurikulum lokal dari Paud, Tk, SD, SMP SMA sampai perguruan tinggi,” kata Prof. Zudan

Ia menjelaskan, nilai-nilai lokal tersebut akan sangat berguna, sehingga anak kita dari sejak dini mengerti bagaiman menyapa dan menghargai yang lebih tua.

Termasuk Kepada sesama, anak-anak akan lebih mengerti bagaimana cara memuliakan yang tua kepada yang muda, mengerti bagaimana cara menyayangi, mengerti bagaimana antara masyarakat dan pemerintah mengerti bagaimana pemerintah dengan masyarakat.

“itu harus dibangun karena kekuatan utama di bangsa kita ada di komunikasi, jika komunikasinya bagus dengan membicarakan nilai kemalaqbian insyaallah Sulbar cepat maju,” jelasnya

Ia meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk menyusun kurikulum Pendidikan berbasis nilai kearifan lokal di Sulbar.

“Saya sudah meminta agar Dinas Pendidikan menyusun kurikulum Pendidikan berbasis nilai kearifan lokal di Sulbar,” ujarnya

Baginya, dibutuhkan kesadaran dan perhatian seluruh stakeholder danĀ  instansi terkait agar kurikulum itu dapat menjadi pembelajaran tentang nilai kearifan lokal sehingga tidak termakan oleh zaman.

(Kalam)

***

Pos terkait