GlobalSulbar.com, Mamuju – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar menghadiri maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar), di Ballroom Andi Depu lantai 3 kantor Gubernur Sulbar, Senin 21 September 2026.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, para pejuang pembentukan Provinsi Sulbar, Forkopimda Sulbar, Pimpinan DPRD Sulbar, Bupati, rombongan Kementerian Agama RI dan tamu undangan lainnya.
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) mengatakan, maulid Nabi Muhammad SAW hari ini sebagai rangkaian peringatan hari ulang tahun Sulbar ke-22 tahun.
“Tentunya kita berusaha membangun daerah ini, kita merencanakan, kita melaksanakan, mengkoordinasikan dan apapun dilakukan semua adalah ditentukan oleh Allah SWT,” kata Suhardi Duka.
Olehnya, kata SDK, doa adalah hal yang mendasar untuk mencapai kesuksesan, sehingga hari ini dilaksanakan maulid Nabi Muhammad SAW sebagai cinta pada rasul.
“Kita juga berharap doa yang dipimpin oleh Prof Dr Nasaruddin Umar, MA, semoga Sulbar bisa seperti daerah lain bahkan melampaui provinsi lain, bisa mencapai kemajuan dan bisa mencapai kesejahteraan kepada seluruh masyarakat Sulbar,” ujarnya
Mantan Bupati Mamuju dua periode ini pun berterimakasih atas kehadiran Menteri Agama RI di Sulbar.
Pada kesempatan itu juga, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar mengakui pernah berkunjung ke Sulbar sekitar 10 tahun lalu, namun belum semaju saat ini.
Olehnya, ia memuji kinerja Gubernur Sulbar, Suhardi Duka yang dinilai telah melakukan banyak perubahan dan pembangunan di Sulbar.
“Banyak sekali perubahan saat ini, Alhamdulillah banyak pembangunan sudah dilakukan di Sulbar termasuk di Mamuju, Ini juga berkat kinerja Gubernur Sulbar, luar biasa,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan, Peringatan maulid seorang tokoh yang inspiratif bagi umat Islam, Nabi Muhammad SAW itu lahir pada hari Senin di Madinah dan wafatnya juga pada hari Senin.
“Saya kira tidak ada manusia di muka bumi sama dengan beliau. Bapak biologis kita itu Nabi Adam, tapi bapak roh atau spiritual kita adalah Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.
Dengan demikian, lanjutnya, momentum memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Rabiul Awal untuk meneladani akhlak mulia dan ajaran beliau.
Ia pun mengajak umat Islam dan generasi muda maupun seluruh elemen masyarakat Sulbar menjadikan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai fondasi peradaban serta pedoman dalam mengembangkan potensi diri.
(Kalam)
***






