Dihadapan Lulusan IPDN, Sekda Sulbar Paparkan 3 Kunci Sukses

GlobalSulbar.com, Mamuju – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana secara resmi menyerahkan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII kepada pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar, Rabu, 16 September 2026.

Kegiatan Penyerahan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mamuju, serta perwakilan BKD kabupaten lainnya.

Dalam arahannya, Junda Maulana menekankan agar para praja yang kini resmi menjadi aparatur tidak memilih-milih lokasi penempatan.

“Prinsip kita dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Yang ditempatkan di Mamasa jangan kecewa, yang ditempatkan di Pasangkayu jangan kecewa, begitu juga sebaliknya. Karena kalian dulu masuk IPDN untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, bukan hanya kepada daerah sendiri,” ujar Junda Maulana.

Ia menegaskan keberhasilan di lapangan ditentukan oleh kemampuan membawa diri.

Dihadapan para lulusan IPDN, Junda Maulana pun memaparkan tiga kunci sukses.

“Yang pertama disiplin. Kalau ada alumni IPDN tidak disiplin, itu bukan alumni, hanya numpang sekolah saja. Disiplin mulai dari cara berpakaian, disiplin masuk dan pulang kantor, disiplin dalam bekerja,” tegasnya.

Kedua adalah loyalitas. Menurut Junda Maulana, loyalitas dibentuk melalui proses panjang selama pendidikan empat tahun di IPDN dan harus ditunjukkan kepada pimpinan, kepada kepemimpinan dan kepada tugas.

“Jangan membantah tugas, kecuali tugas itu berisiko tidak baik. Kewajiban bawahan yang loyal itu harus memberikan pendapat,” katanya

Ketiga adalah dedikasi, yakni memberikan lebih dari batas standar yang ada.

“Kalau anda hanya masuk kerja 7 sampai 8 jam sehari dan menyelesaikan pekerjaan standar, itu bukan dedikasi, itu hanya bekerja. Dedikasi itu mengorbankan waktu, bahkan biaya sendiri untuk kepentingan organisasi yang lebih besar,” jelasnya.

Junda Maulana meminta para lulusan untuk tampil berbeda dan mewarnai tempat tugas, bukan malah diwarnai.

Menurutnya, di era manajemen talenta saat ini, penilaian didasarkan pada kinerja, bukan kedekatan.

“Kalau orang mampunya 10, anda harus 11. Kalau orang mampu selesaikan pekerjaan 3 jam, anda harus 1 jam. Tunjukkan performa kalian bahwa anda memang alumni IPDN,” pesan Junda Maulana.

Pada kesempatan itu juga, Junda Maulana berpesan kepada pemerintah kabupaten agar membimbing para lulusan yang masih baru dan masih teoritis.

“Saya minta tolong diarahkan, ditempatkan pada tempat sesuai dengan jurusannya agar bisa mengembangkan potensi. Mereka ini ibarat kertas putih. Kalau ada yang salah, ditegur saja, jangan didiamkan. Karena kalau didiamkan, dia kira tidak ada salahnya,” tutupnya.

 

(Kalam)

***

Pos terkait