GlobalSulbar.com, Mamuju – Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Qamaruddin Kamil, memimpin sosialisasi program PELITA Sulbar secara daring melalui meeting Zoom, Kamis 10 September 2026.
Sosialisasi yang dihadiri lebih dari 20 perusahaan jasa penunjang tenaga listrik yang beroperasi di Sulawesi Barat ini merupakan tindak lanjut dari program PELITA Sulbar dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Sulawesi Barat.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha jasa penunjang tenaga listrik mengenai mekanisme, ruang lingkup, serta bentuk partisipasi yang dapat dilakukan dalam mendukung program PELITA Sulbar.
Dalam paparannya, Qamaruddin Kamil menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat 36.000 Kepala Keluarga (KK) di Sulawesi Barat yang belum memiliki sambungan listrik PLN sendiri.
Sementara itu, alokasi anggaran pemerintah untuk program listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu sangat terbatas.
Olehnya, dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, untuk mendukung pengentasan kemiskinan melalui penyediaan akses listrik.
“Program PELITA Sulbar adalah program gotong royong. Kami mengajak seluruh perusahaan jasa penunjang tenaga listrik untuk berpartisipasi aktif, baik melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, maupun melalui dukungan teknis di lapangan. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang masih hidup dalam kegelapan,” ujar Qamaruddin.
Menurut Qamaruddin, Dinas ESDM Sulbar bertindak sebagai koordinator program PELITA Sulbar, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.
“Kami akan memfasilitasi koordinasi antara perusahaan, PLN, pemerintah kabupaten, dan masyarakat penerima manfaat. Secara teknis, kami akan mendampingi mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan PELITA Sulbar agar tepat sasaran dan akuntabel,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan mengapresiasi antusiasme para pelaku usaha dalam mendukung program PELITA Sulbar.
Baginya, program ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Sulawesi Barat.
“Program PELITA Sulbar bukan sekadar program bantuan listrik. Ini adalah gerakan bersama untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat Sulawesi Barat yang hidup tanpa akses listrik. Kami mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat, untuk bergotong royong mewujudkan hal ini,” ujar Bujaeramy.
Bujaeramy menuturkan, program PELITA Sulbar merupakan bagian dari komitmen Dinas ESDM dalam mendukung Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai salah satu prioritas utama.
“Akses listrik adalah fondasi dasar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan listrik, anak-anak dapat belajar dengan baik, usaha kecil dapat berkembang, dan perekonomian daerah dapat bergerak lebih cepat. Program PELITA Sulbar adalah kontribusi nyata Dinas ESDM dalam mewujudkan visi tersebut,” jelas Bujaeramy.
Ia pun menambahkan, pihaknya akan terus membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program PELITA Sulbar berjalan lancar.
“Kami akan melakukan sosialisasi lanjutan kepada perusahaan-perusahaan lain, termasuk yang bergerak di sektor pertambangan dan energi, agar partisipasi dalam program ini semakin luas. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin cepat pula target pengentasan kemiskinan di Sulawesi Barat dapat tercapai,” tutupnya






