GlobalSulbar.com, Mamuju – Kepala DKP Sulbar, Safaruddin menggelar pertemuan dengan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Mamuju, di Ruang Kerjanya, Kamis, 3 September 2026.
Pada pertemuan itu, HMI MPO Cabang Mamuju dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Dahril, didampingi Sekretaris Umum dan jajaran pengurus.
Melalui pertemuan ini pengurus HMI MPO Cabang Mamuju menyampaikan 3 hal penting, di antaranya :
1. Koordinasi program kolaborasi yang menyasar generasi muda di Kabupaten Mamuju.
HMI menawarkan diri sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dengan energi dan ide-ide kreatif mahasiswa dan pemuda pesisir.
2. Mendengar Suara Nelayan dan Pembudidaya.
Berbagai kendala riil yang dialami nelayan tradisional dan pembudidaya ikan di Mamuju turut disampaikan pada pertemuan itu.
Mulai dari akses permodalan, minimnya teknologi budidaya, hingga rantai distribusi hasil tangkapan yang belum optimal.
3. Menggerakkan UMKM Kelautan
Yang paling menarik, HMI MPO Cabang Mamuju memaparkan beberapa program kerja mereka yang dirancang khusus untuk menyentuh langsung pelaku UMKM di sektor kelautan dan perikanan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DKP Sulbar, Safaruddin mengapresiasi inisiatif pengurus HMI MPO Cabang Mamuju.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif adik-adik HMI. Tentu kami di DKP Sulbar menyambut baik. Persoalan nelayan dan pembudidaya ini menjadi atensi serius Bapak Gubernur”,
“Kami butuh mitra kritis sekaligus solutif seperti HMI untuk bersama-sama memberdayakan pemuda pesisir dan mengembangkan prospek budidaya air tawar di Mamuju,” terangnya.
Pada kesempatan itu juga, Safaruddin menyampaikan dua poin krusial yang bersifat edukatif.
Pertama, Pemberdayaan Pemuda Pesisir: Bagaimana mengubah mindset pemuda dari sekadar melaut secara tradisional menjadi wirausaha kelautan yang melek teknologi dan manajemen.
Kedua, Prospek Budidaya Air Tawar: Selain laut, Mamuju juga memiliki potensi besar untuk budidaya ikan air tawar seperti nila dan lele sebagai penopang ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.
Program tersebut mencakup pendampingan branding produk olahan hasil laut, pelatihan digital marketing, hingga advokasi bantuan alat tangkap dan bibit budidaya.
Dengan suasana hangat yang terjaga hingga akhir pertemuan, kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti di ruang audiensi. Sinergi antara DKP Sulbar sebagai pemegang kebijakan dan HMI sebagai motor penggerak pemuda diyakini mampu melahirkan program nyata yang sejalan dengan visi pembangunan Gubernur Suhardi Duka dalam memajukan sektor kelautan Sulbar.






