GlobalSulbar.com, Mamasa – Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Kondosapata, Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa, Sulbar, seperti rumah hantu.
Pasalnya, sejak covid 19 pada 2020 lalu hingga saat ini tak ada lagi proses belajar mengajar disekolah tersebut.
Menurut salah satu warga setempat, Johar bonga Karaeng mengatakan, hinggga saat ini SMKS Kondosapata tak kunjung melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar.
Ia mengaku, selalu mengingatkan pihak pengelola sekolah, namun sampai saat ini sama sekali tak ada perhatian.
Johar membeberkan, kuat dugaan sekolah tersebut masih menerima dana BOS.
“Kuat dugaan laporan pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar direkayasa untuk mendapatkan dana BOS,” bebernya, Jumat 8 Maret 2024.
Dirinya juga menambahkan, diduga pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat melakukan pembiaran, agar dapat menggerogoti uang negara dalam hal ini dana BOS.
“Teman – teman media sudah menyampaikan secara lisan ke pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar, namun sampai saat ini tidak ada perubahan,” tuturnya
Secara terpisah, Warga Desa Malabo dan Kelurahan Minake yang enggan disebutkan identitasnya membenarkan jika semenjak covid 19 tahun 2020 lalu sampai saat ini mereka sama sekali tidak pernah melihat guru maupun siswa – siswi di sekolah itu.
Sementara itu, Zulkifli Absar yang diberi tanggung jawab oleh kepala sekolah SMKS Kondosapata saat dikonfirmasi via WhatsAap mengakui bahwa untuk sementara pelaksanaan proses belajar mengajar dilaksanakan di salah satu SMP di Desa Rante Puang.
“Ini yang kami lakukan untuk mempertahankan sekolah kami, semoga tahun ini boleh kembali seperti sediakala,” ucap Zulkifli
Menanggapi hal tersebut, saat dikonfirmasi pihak SMP di Desa Rante Puang, mengatakan, memang sebelumnya pernah bekerjasama dengan pihak SMKS, namun pihaknya mebatalkan kerjasama tersebut, lantaran pihak SMKS Kondosapata dinilai tidak transparan mengelola sekolah.
“Memang sempat kami ada kerjasamanya, tapi saya dan teman teman kecewa dan membatalkan kerjasama dimaksud, karena kami kecewa pihak sekolah (SMKS) tidak transparan mengelola sekolah, Intinya kami kecewa,” tutupnya
(Kalam)
***






