GlobalSulbar.com, Mamuju – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang ke 78 tahun, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju berziarah ke salah satu makam pahlawan di Tambi, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Jumat, (10/11).
Makam tersebut merupakan makam dari salah seorang Raja Mamuju Lebopang atau Maradika yang bergelar Pue Tonileo yang memerintah di Kerajaan Mamuju pada abad ke-18 atau sekitar tahun 1700-1709.
Raja (dalam bahasa lokal Maradika) Pue Tonileo memiliki pengaruh cukup besar dalam pembangunan peradaban yang ada di Mamuju.
Ketua GMNI Cabang Mamuju, Adam Jauri, mengatakan ziarah ini bertujuan untuk mengenalkan kepada kader GMNI Mamuju nilai-nilai juang para tokoh lokal.
“Sebagai kaum terpelajar yang berpondasi pada pemikiran nasionalis, GMNI harus mengetahui dan menjaga nilai-nilai budaya lokal”,
“Kader GMNI cabang Mamuju harus melakukan penghormatan bagi jasa para pahlawan baik nasional maupun lokal” kata Adam, via WhatsAap, Jumat, (10/11).
Menurutnya, kondisi makam tersebut sangat memprihatinkan dan jarang terpublis ke publik. Padahal, makam itu memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi masyarakat adat Mamuju.
“Kondisi makam memprihatinkan, makam itu jarang dikunjungi. Kuburan pahlawan ini seperti pusara tak bernama” ucap Adam
Setelah melihat langsung kondisi makam itu, pihaknya berharap ada perhatian dari Pemerintah Daerah untuk melakukan perbaikan agar peninggalan sejarah itu tak hilang dan rusak.
Adam mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar menghormati serta melanjutkan visi dan semangat juang para pahlawan, khususnya pahlawan yang ada di Mamuju.
Dirinya juga meminta agar pemerintah memperhatikan persoalan sejarah dan budaya ketika merencanakan pembangunan, mengingat di wilayah perkampungan Tambi dan Kampung Baru akan dibangun jalan nasional ‘Arteri Ring Road’ yang menuai pro kontra di ruang publik.
(Kalam)






