Penderita Stunting Pada Dua Kecamatan di Polman Alami Perubahan

GlobalSulbar.com, Polman – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melalui Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Sulbar kembali melakukan penanganan terhadap masalah stunting pada dua Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Selasa, (24/10).

Adapun kedua Kecamatan yang menjadi lokus Biro Umum Setda Sulbar di Kabupaten Polman yakni Balanipa dan Campalagian.

Biro Umum Setda Sulbar menyediakan 134 paket, terdiri 50 paket bagi penderita stunting berupa beras, telur dan susu SGM, dan 84 paket lainnya berupa beras, kacang hijau dan susu bumil diperuntukkan bagi ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronik).

Dari hasil pantauan di lapangan, saat ini sejumlah perubahan ke arah yang  lebih baik mulai dirasakan bagi penderita stunting di lokus tersebut.

Kepala Puskesmas Pambusuang, Yusnani menilai program bantuan Pemprov Sulbar  melalui Biro Umum Setda  Sulbar sangat bermanfaat dan berdampak langsung bagi bumil KEK, terbukti dari 16 bumil yang melahirkan, 10 diantaranya melahirkan secara normal.

“Dari 45 sasaran ibu hamil terdapat  16 Ibu hamil yang telah melahirkan, 6 (enam) orang diantaranya dinilai masih melahirkan di bawah BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), sedangkan 10 Ibu hamil yang lain melahirkan secara normal. Ini menunjukkan adanya suatu kemajuan setelah dilakukan intervensi dari pemerintah provinsi melalui Biro Umum Setda Sulbar,” tutur Yusnani

Dirinya menekankan, dalam rangka memutuskan mata rantai stunting, diperlukan sinergitas dan kolaborasi berbagai pihak, baik dari pemerintah daerah, kabupaten, kecamatan dan pihak puskesmas setempat. Untuk itu, sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah, pihaknya terus melakukan sosialisasi berupa jaga jarak kelahiran anak melalui Program KB.

Petugas Gizi Campalagian, Arna Nengsih mengemukakan, berdasarkan data di lapangan, terdapat kenaikan berat badan dari sejumlah bayi yang telah dilakukan intervensi.

“Dari hasil observasi di lapangan tinggi badan bayi tetap, namun berat badan cenderung naik dan bertambah,”kata Arna

Ia berharap, program pemerintah tersebut dapat terus berlanjut, hingga angka stunting di Sulbar dapat turun secara signifikan.

“Alhamdulillah dari awal pemberian hingga tahap ini tepatnya bulan Oktober, ada penurunan angka dan perbaikan  dari segi berat bayi, yang sebelumnya kurang sekarang berat badannya normal,”ucapnya

Sementara itu, Kepala Puskesmas Katumbangan, Asmelia Mely  menyampaikan,  jumlah keseluruhan penderita stunting di Desa Katumbangan mencapai 322 anak, 15 anak telah dilakukan intervensi penaganan stunting, 4 (empat) diantaranya kini mengalami kenaikan berat badan.

Sedangkan, lanjutnya, bagi ibu hamil KEK, dengan sasaran 24 orang 13 diantaranya mengalami kenaikan berat badan dan perkembangan yang lebih baik.

“Semoga dengan adanya pemberian makanan tambahan diharapkan stunting menurun dan tidak melahirkan stunting baru,”harapnya

Salah satu Warga Desa Katumbangan, Fadilah menilai bantuan pemerintah tersebut sangat bagus, dikarenakan membawa manfaat  kepada masyarakat yang berdampak. Olehnya itu, Ia mengharapkan program tersebut dapat terus dilanjutkan.

“Berat badan anak saya sebelumnya 6 kilo 5 ons, dan sekarang setelah diberikan makanan bergizi naik 4 ons dan sudah mencapai 6 kilo 9 ons, pemberian makanan itu belum cukup 1 (satu) bulan diterapkan,”beber Fadilah

Secara terpisah, Kepala Biro Umum Setda Sulbar, Anshar Malle menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas kerja sama dan kolaborasinya dalam penanganaan stunting.

“Semoga kerja sama dan kolaborasi yang terbangun selama ini dapat terus kita tingkatkan,”harapnya

(Kalam)

Pos terkait