Peringati 90 Tahun Penelitian Arkeologi di Lembah Karama, DAFIK UGM Gelar Pameran dan Diskusi

GlobalSulbar.com, Mamuju – Dalam rangka memperingati 90 tahun penelitian arkeologi di Lembah Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, yang dimulai pada tahun 1923 hingga 2023, Tim pengabdian masyarakat, Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Kebudayaan Universitas Gadjah Mada (DAFIK UGM) menggelar pameran dan diskusi, di Rumah Adat Mamuju, Jumat, (29/9).

Adapun yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut, yakni, Dr. Anggraeni, Peneliti dan Ketua Tim Pengabdian Masyarakat DAFIK UGM, dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII, Andi Syamsul Rijal S.S., M.Hum.

Sementara pesertanya antara lain, Camat Kalumpang, Camat Bonehau, perwakilan Bapepan Mamuju, Dinas Pariwisata Kabupaten Mamuju, dan para Pemerhati Budaya.

Camat Bonehau, Sinardianto Tamandalan, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengajak peserta untuk melihat perjalanan sejarah penelitian yang dimulai dari Tahun 1923 hingga 2023″ katanya via WhatsAap, Sabtu, (30/9).

Menurutnya, penelitian ini diawali dari penemuan patung Amrawati di Sikendeng sampaga sehingga pemerintah kolonial Belanda tertarik untuk melakukan penelitian di sepanjang aliran sungai Karama.

Pria yang akrab disapa Sinar ini berharap, hasil penelitian ini dapat menyatukan pendapat  dan memperkuat persatuan dalam masyarakat Kalumpang Raya tentang sejarah dan kebudayaan dan dikembangkan menjadi daya tarik wisata untuk kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Camat Kalumpang, Bram Thosuly, S.H, juga berharap agar hasil penelitian tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan untuk penyusunan Rencana Tata Ruang dan Wilayah agar Kalumpang menjadi wilayah pengembangan pariwisata dan budaya bahkan didorong untuk ditetapkan menjadi warisan Dunia oleh UNESCO.

(Kalam)

Pos terkait