GlobalSulbar.com, Mamuju – Minimnya jumlah guru yang berada di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Kalumpang membuat setiap guru disekolah tersebut mengajar tak sesuai dengan ilmu yang mereka miliki atau kompetensinya. Hal ini terpaksa dilakukan agar setiap murid bisa merasakan semua pelajaran yang wajib mereka serap.
“Saat ini jumlah guru di SMPN 7 Kalumpang hanya 5 (lima) orang, itupun hanya 3 orang yang berjurusan guru, sedangkan yang duanya lagi bukan dari jurusan guru, dan jumlah siswanya 68 (enam puluh delapan) orang, sementara jumlah Ruang kelasnya hanya 2”. Ungkap Tandi Jali, S.Pd selaku Kepala Sekolah SMPN 7 Kalumpang saat ditemui ditempat kediamannya pribadinya, Mamuju, Rabu, (4/8)
Menurut Tandi, “kurangnya guru pada mata pelajaran tertentu seperti IPA, Mate-matika, dan Bahasa inggris memaksakan kesediaan guru yang ada untuk mengajar beberapa mata pelajaran, akibatnya mereka tidak mampu membuat perangkat pembelajaran yang seharusnya sudah menjadi kewajiban seorang guru”. Tuturnya
Ia menambahkan, guru yang mengajar bukan pada bidangnya kerap terjadi sehingga mereka mengajar dengan ilmu yang seadanya dan tidak profesional, Padahal, guru yang Profesional itu adalah unsur penting dalam peningkatan mutu pendidikan”
Sehingga tugas pemerintah yang utama adalah melakukan pemetaan. Berapa guru yang tersedia, guru bidang apa yang lebih dan yang kurang, maupun kebutuhan guru seharusnya berapa,”. Tambahnya
Pria yang akrab disapa Tandi ini berharap, “Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemudah dan Olahraga Kabupaten Mamuju segera turun tangan untuk mengatasi kekurangan Guru disekolah kami, Khususnya guru mata pelalajaran Mate-matika, IPA, dan Bahasa Inggris, agar peningkatan mutu pendidikan dapat terwujud sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama”. Harap Tandi (kalam)






