GlobalSulbar.com, Mamuju – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Kepemudaan, Karnoto memberikan pembekalan kepada peserta Wirasena Youth Camp Tahun 2026, di Ruang Rapat Dispoparekraf pada Senin, 19 Oktober 2026.
Dalam arahannya, Kepala Dispoparekraf Bau Akram Dai meminta peserta agar senantiasa menjaga nama baik Provinsi Sulawesi Barat dengan menunjukkan karakter pemuda yang berintegritas, santun, kreatif, dan bertanggung jawab.
“Kalian membawa nama Sulawesi Barat. Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, dan tunjukkan bahwa pemuda Sulbar mampu bersaing serta memberikan kontribusi positif di tingkat nasional,” ujarnya
Selain itu, Ia juga meminta agar perwakilan Sulbar mampu menunjukkan sikap mandiri, bertanggung jawab, dan adaptif selama mengikuti kegiatan di Jakarta.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam berbagai kegiatan positif di daerah.
Dirinya pun menegaskan, keikutsertaan dalam Wirasena Youth Camp 2026 merupakan kesempatan berharga untuk memperluas pengalaman, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun jejaring di tingkat nasional.
“Saya berharap peserta tidak hanya memperoleh pengalaman selama kegiatan, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan yang didapat dan membagikannya kepada pemuda lainnya setelah kembali ke Sulawesi Barat,” pungkasnya
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kepemudaan, Karnoto menjelaskan, pembekalan tersebut bertujuan mempersiapkan peserta agar mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, sekaligus meningkatkan kapasitas dan wawasan kepemudaan.
“Kami berharap peserta mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kedisiplinan, aktif berpartisipasi, serta mampu membangun komunikasi dan jejaring dengan pemuda dari berbagai daerah,” ujarnya.
Pengembangan kapasitas generasi muda tersebut sejalan dengan arah pembangunan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan daya saing, serta perluasan kesempatan bagi pemuda untuk berkembang dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah.






