Sekda Sulbar : Tidak Mungkin Ekonomi Sulbar Maju Kalau Ekonomi Desa Tidak Maju

GlobalSulbar.com, Mamuju – Sekretaris Daerah, Junda Maulana membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Sulawesi Barat, di Ballroom Andi Depu Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu, 14 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Junda Maulana mengatakan, tolak ukur keberhasilan pembangunan berada di Desa.

“Tolak ukur keberhasilan pembangunan itu ada di desa. Indikator ekonomi, kemiskinan, IPM, pengangguran, semua diukur dari desa,” ujar Junda.

Ia menyebut, jika 40 ribu lebih desa di Indonesia maju, maka ekonomi nasional pasti maju. Hal yang sama juga berlaku bagi Provinsi Sulawesi Barat.

“575 desa di Sulbar ini ujung tombak. Tidak mungkin ekonomi Sulbar maju kalau ekonomi desa tidak maju,” ujarnya.

“Kalau 575 desa sejahtera, maka kemiskinan Sulbar pasti turun. Mustahil kemiskinan turun kalau desa tidak,” lanjutnya

Menurutnya, keberhasilan pemerintah diukur dari kesejahteraan masyarakat.

“Kalau masih banyak masyarakat miskin, berarti kita belum berhasil. Itu tanggung jawab moril kita,” ungkapnya.

Ia berharap, APDESI Sulbar menjadi jembatan penyelarasan program dari desa hingga provinsi, terutama untuk mendukung target Panca Daya Pemprov Sulbar.

“Panca Daya kita itu soal pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, peningkatan IPM, dan tata kelola. Kuncinya di desa,” katanya.

“Kalau 575 desa sejahtera, Sulbar sejahtera. Kalau kemiskinan desa turun, Sulbar juga turun,” tambahnya.

Junda pun mengingatkan pentingnya tata kelola pemerintahan desa yang baik.

“Kita tidak ingin kepala desa dan perangkat terjebak persoalan hukum. Tata kelola harus dijaga, karena itu amanah masyarakat,” tutupnya.

 

(Kalam)

***

Pos terkait