Hadapi Potensi Karhutla dan Bencana Hidrometeorologi, BPBD Sulbar Perkuat Kesiapsiagaan

GlobalSulbar.com, Mamuju – Guna menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan serta bencana hidrometeorologi lainnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat kesiapsiagaan.

Kesiapsiagaan tersebut dilaksanakan oleh Tim 4 Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan serta Hidrometeorologi Lain BPBD Sulawesi Barat sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh personel dan sumber daya penanggulangan bencana siap bergerak apabila terjadi kejadian di wilayah Sulawesi Barat.

Dalam keterangannya, Kalaksa BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah mengatakan, kesiapan personel dan sarana pendukung menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas penanggulangan bencana, khususnya menghadapi potensi kejadian karhutla, kekeringan maupun bencana hidrometeorologi lainnya.

“Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Bapak Suhardi Duka, BPBD Sulawesi Barat terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan personel siap melaksanakan tugas di lapangan. Tim harus mampu merespons setiap informasi kejadian secara cepat, tepat dan terkoordinasi,” ujar Yasir Fattah, Minggu 4 Oktober 2026.

Tim 4 melakukan kesiapan pelaksanaan tugas dengan memperkuat koordinasi, pemantauan kondisi wilayah, kesiapan personel, serta dukungan peralatan yang dibutuhkan dalam penanganan bencana.

Selain fokus pada karhutla dan kekeringan, BPBD Sulbar juga tetap mengantisipasi berbagai ancaman hidrometeorologi, seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor dan kejadian lain yang berpotensi terjadi akibat dinamika cuaca.

Melalui Pusdalops BPBD Sulbar, informasi kejadian dan perkembangan kondisi wilayah terus dipantau sebagai bagian dari sistem peringatan dini dan respons cepat. Koordinasi dengan BPBD kabupaten, pemerintah daerah, instansi terkait, serta unsur penanggulangan bencana lainnya terus diperkuat.

Yasir Fattah menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi, tetapi harus dipersiapkan sejak dini melalui pemantauan, koordinasi dan kesiapan sumber daya.

Pos terkait