Di Tengah Dinamika Perekonomian Nasional dan Global, Perekonomian Sulbar Tunjukkan Kinerja Positif

GlobalSulbar.com, Mamuju – Perekonomian Sulawesi Barat menunjukkan kinerja yang tetap positif pada Triwulan II 2026 di Tengah dinamika perekonomian nasional dan global.

Hal itu diungkapkan Rifky Adhitya selaku Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Barat saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sinergi dan Kolaborasi dengan Media dalam rangka Diseminasi Perekonomian Terkini Triwulan III 2026 (SIPAKADA MEDIA) yang digelar di Atrium Maleo Town Square, Mamuju, Kamis 24 Maret 2026.

Menurut Rifky, Ekonomi Sulawesi Barat tumbuh sebesar 5,20% (yoy), meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,35% (yoy) dan sedikit di bawah
pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29% (yoy).

Lebih lanjut, Rifky menjelaskan, perkembangan tersebut tercermin dari
sisi lapangan usaha dan pengeluaran dengan rincian sebagai berikut:

Dari sisi lapangan usaha, perkembangan ekonomi Sulawesi Barat dipengaruhi oleh beberapa lapangan usaha utama, yaitu:

a. Lapangan Usaha Konstruksi tumbuh 12,90% (yoy), meningkat didukung dengan belanja
modal untuk pembangunan jalan, jembatan, serta bangunan gedung Koperasi
Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang bersumber dari APBN.

b. Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan tumbuh 10,34% (yoy), meningkat seiring dengan
penambahan jumlah aparatur sipil negara (ASN) dan pemberian gaji ke -13 kepada seluruh
ASN.

c. Lapangan Usaha Pertanian tumbuh 3,62% (yoy), melambat seiring dengan perlambatan
produksi perkebunan, terutama kelapa sawit, serta kontraksi produksi perikanan dan tanaman
pangan, khususnya padi. Namun demikian, peningkatan produksi hortikultura dan
peternakan mampu menahan perlambatan yang lebih dalam.

d. Lapangan Usaha Industri Pengolahan tumbuh 5,05% (yoy), melambat seiring dengan
perlambatan produksi minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya, yang turut dipengaruhi
oleh perlambatan pertumbuhan pasokan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

e. Lapangan Usaha Perdagangan tumbuh 5,02% (yoy), melambat seiring dengan perlambatan
arus komoditas tanaman pangan dan perkebunan, serta kontraksi penjualan kendaraan
bermotor.

Sementara itu, Lanjut Rifky, dari sisi pengeluaran, perkembangan ekonomi Sulawesi Barat dipengaruhi oleh beberapa aspek, di antaranya :

a. Ekspor tumbuh 11,51% (yoy), meningkat didukung kenaikan nilai ekspor CPO seiring dengan
peningkatan harga CPO secara global. Perkembangan tersebut menopang kinerja ekspor di
tengah perlambatan produksi industri pengolahan CPO.
b. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 9,11% (yoy), meningkat
didukung dengan realisasi investasi pemerintah dan swasta pada proyek jalan dan jembatan,
serta bangunan gedung, terutama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan KDKMP.

c. Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 4,41% (yoy), melambat seiring dengan normalisasi
konsumsi setelah Ramadan dan Idulfitri pada triwulan sebelumnya, serta penurunan konsumsi
barang tahan lama yang tercermin pada penjualan mobil dan sepeda motor.

d. Konsumsi Pemerintah tumbuh 9,76% (yoy), melambat seiring dengan penurunan transfer
sosial dalam bentuk barang untuk Program Makan Bergizi Gratis, karena sejumlah SPPG
belum kembali beroperasi setelah penutupan sementara pada akhir triwulan sebelumnya.

Dirinya pun menyimpulkan, secara keseluruhan, struktur pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Sulawesi
Barat tetap tumbuh positif, ditopang oleh akselerasi lapangan usaha konstruksi dan administrasi.

 

(Kalam)

***

Pos terkait