Temui Menteri UMKM, Berikut Sejumlah Usulan Gubernur Sulbar

GlobalSulbar.com, Jakarta – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) menggelar pertemuan dengan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mendorong pengembangan UMKM sebagai penggerak utama perekonomian daerah.

Pada pertemuan itu, Gubernur Subar, Suhardi Duka didampingi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Barat, Ince Rachmad, Plt. Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Barat, Firman, Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Barat, Wahab Abdy, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Syamsul Samad, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Ahmad Junaedi, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, Eka Putra Budi Nugroho.

Sementara itu, Menteri UMKM didampingi oleh Deputi Bidang Usaha Kecil Temmy Satya Permana, Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro M. Riza Damanik, serta Tenaga Ahli Menteri UMKM, Ajie Kurniawan.

Pada kesempatan itu, Suhardi Duka memaparkan kondisi UMKM Sulawesi Barat yang memiliki 24.363 unit usaha mikro dan kecil serta 375 usaha menengah, didominasi sektor olahan makanan dan tekstil.

Menurutnya, meski memiliki potensi besar, sebagian besar pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya legalitas usaha, keterbatasan sarana produksi, hingga minimnya kemitraan formal.

Melalui pertemuan itu juga, Suhardi Duka mengusulkan revitalisasi Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT-KUMKM) Sulawesi Barat yang mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi tahun 2021 di Mamuju.

Olehnya, Eks Bupati Mamuju dua periode ini meminta dukungan Kementerian UMKM agar gedung tersebut dapat kembali berfungsi sebagai pusat konsultasi, pelatihan, kurasi produk, uji mutu, dan etalase produk unggulan daerah.

Selain itu, SDK juga mengusulkan bantuan sarana produksi berupa mesin pengolahan kakao, kopi, kelapa, aren, dan hasil perikanan, pembangunan rumah produksi tenun, pengembangan industri pakan ternak, pelatihan peningkatan kualitas produk, serta fasilitasi sertifikasi SNI, Halal, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) guna meningkatkan daya saing UMKM Sulawesi Barat.

Dirinya pun berharap, melalui pertemuan ini terjalin kolaborasi yang semakin kuat dengan Kementerian UMKM dalam mempercepat pengembangan ekonomi kerakyatan, meningkatkan daya saing UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung terwujudnya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulbar.

 

(Kalam)

***

Pos terkait