GlobalSulbar.com, Mamuju – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) mengimbau kepada seluruh pejabat maupun calon pejabat waspada terhadap oknum-oknum yang menjanjikan posisi tertentu dengan imbalan materi.
Imbauan itu disampaikan Suhardi Duka menyusul adanya perubahan struktur kelembagaan baru.
“Saya mengimbau kepada seluruh pejabat dan calon pejabat di Pemprov Sulbar waspada, agar tidak tertipu dengan siapapun”,
“Jabatan apapun di Pemprov Sulbar tidak ada yang bisa diperjualbelikan oleh siapapun. Jangan percaya siapa pun yang menjanjikan jabatan,” tegas SDK, Kamis 22 Januari 2026.
SDK menegaskan, seluruh proses pengisian jabatan dilakukan secara transparan tanpa ada praktik transaksional.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap maraknya kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di berbagai daerah sejak awal tahun, yang mayoritas dipicu oleh kasus jual beli jabatan di tingkat kepala daerah.
Mengenai progres pengisian jabatan tinggi pratama di struktur organisasi yang baru, SDK mengakui tahapan untuk eselon tingkat atas sudah rampung. Fokus saat ini beralih pada pemenuhan posisi untuk tingkat administrator.
“Tahapan penempatan jabatan untuk eselon 1 sampai eselon 2 sudah selesai. Sekarang ini masuk tahapan eselon 3 yang juga hampir selesai, tinggal menunggu Pertek, setelah itu akan segera kita lantik,” tambahnya.
Dirinya juga memastikan bahwa penempatan pejabat didasarkan pada kompetensi, bukan karena uang.
(Kalam)
***






