Pimpin Apel Pagi, Kapolda Sulbar Berikan Wejangan Kepada Seluruh Personel

GlobalSulbar.com, Mamuju –  Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Adang Ginanjar memimpin apel pagi, Senin 20 Januari 2025.

Melaui apel pagi itu, Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Adang Ginanjar memberikan wejangan kepada seluruh personelnya.

Ia menekankan, pentingnya penguatan profesionalisme dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Irjen Pol Adang Ginanjar  mengajak seluruh personel untuk saling mengingatkan dan mencegah terjadinya masalah baru.

“Pentingnya komitmen untuk selalu memperhatikan tugas pokok dan memberikan dukungan penuh terhadap program-program pemerintah. Hal ini merupakan bagian integral dari tugas Kepolisian dalam melayani, menegakkan hukum dan melindungi masyarakat,” katanya

Dirinya pun mengingatkan pentingnya pemahaman dan pengamalan  nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap aspek tugas dan kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai tersebut harus menjadi pedoman dalam berinteraksi dengan masyarakat dan dalam pengambilan keputusan, para personel harus terus berinovasi dan mengembangkan program-program kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya

Ia juga mengapresiasi program  “Jumat Ruapwan” (cukur  gratis) yang diselenggarakan oleh Ditpolairud dan pelayanan kesehatan gratis yang aktif dilaksanakan oleh Bidang Dokkes.

“Inisiatif-inisiatif seperti ini menunjukkan komitmen nyata Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujarnya

Kapolda Sulbar juga menekankan pentingnya  mempertahankan citra Polri yang baik dan mencegah terjadinya masalah.

Beliau mengajak seluruh personel untuk segera memperbaiki segala bentuk persoalan, baik yang berkaitan dengan masalah pribadi, keluarga, maupun pekerjaan. Kemampuan menahan diri dan mengendalikan emosi menjadi sangat penting dalam menjaga profesionalisme dan menghindari konflik.

Kapolda Sulbar menegaskan bahwa tidak ada toleransi Terkait masalah narkoba, Judol dan pelanggaran lainnya

“Konsekuensi hukum akan diberlakukan secara tegas terhadap personel yang terlibat dalam pelanggaran tersebut, termasuk potensi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat  (PTDH). Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya

Ia menambahkan, Sebagai lembaga publik, Polri harus selalu berpegang teguh pada hukum dan aturan yang berlaku.

Segala bentuk tindakan yang dilarang oleh pimpinan dan bertentangan dengan hukum harus dihindari.

“Komitmen terhadap hukum dan etika merupakan kunci utama dalam mewujudkan Polri yang profesional, modern dan terpercaya,” tutupnya (HPS)

Pos terkait