GlobalSulbar.com, Mamuju – Eks Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi beberapa waktu lalu, berstatement bahwa pandemi Covid 19 dan Bencana Gempa Bumi 2021 yang melanda Mamuju merupakan penyebab tidak berdayanya Pemerintah Kabupaten Mamuju dalam mengalokasikan Anggaran untuk perbaikan Infrastruktur Jalan di Kabupaten Mamuju.
Menanggapi statement itu, Tim kerja Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Ado Masud-Damris (ADAMI), Santa menyebut, hal itu merupakan sebuah alasan yang sama sekali tidak benar.
“Semua Warga Mamuju Tahu, terutama kalangan Aktivis dan Pegiat Demokrasi di Mamuju, bahwa kepemimpinan Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi setelah Mamuju dilanda bencana Covid 19 dan Bencana Gempa Bumi di tahun 2021”,
“Justru pada tahun anggaran 2022, Sutinah membuang cuma-cuma anggaran yang nilainya amat fantastis untuk membangun Kantor Balai Kota Mamuju mencapai 48 Milyar dimulai tahun anggaran 2022”,
“Yang kita tahu, nyaris tiap saat warning kelompok masyarakat sipil aktif menyuarakan penolakan kebijakan tersebut”,
“Faktanya, Bupati lebih memilih mengalokasikan anggaran sebesar itu untuk Bangunan Kantor Pemerintahan ketimbang memperbaiki Infrastruktur Jalan seperti wilayah Tapalang Barat, Tapalang, Kalumpang, Bonehau, dan Sebagian di Wilayah Kota Mamuju),” papar Santa, dalam keterangan persnya, Sabtu 12 Oktober 2024.
Selain itu, lanjut Santa, Bupati Mamuju pada masa pemerintahannya menganggarkan kurang lebih satu Milyar untuk biaya pembuatan kartu Mamuju Keren (KMK) yang nyaris tak terlihat faedahnya sama sekali.
Lebih jauh, ia menjelaskan, Pemkab Mamuju dibawah kepemimpinan Sutinah dalam Rancangan KUA-PPS APBD Mamuju tahun anggaran 2025 Alokasi Belanja Modal jalan hanya kurang Lebih 2 Milyar.
“Anggaran balai Kota 48 Milyar, kok bangun Jalan, perbaiki Jalan Rakyat untuk penunjang Aktivitas ekonominya tidak bisa”,
“Jangan-jangan Ibu Bupati tidak Serius mengurus Kondisi Warga Mamuju secara sungguh-sungguh,” jelasnya
Dirinya juga mengingatkan bagi siapapun yang nantinya mendapatkan mandat Rakyat Mamuju agar serius memperbaiki Infrastruktur jalan dan Jembatan.
“Siapapun nantinya yang mendapat mandat Rakyat Mamuju agar serius memperbaiki sarana Infrastruktur jalan dan Jembatan di pelosok Desa sebab jantung ekonomi dan kelancaran perekonomian di Desa dan dikota adalah Koneksitas Akses Infrastruktur Jalan dan Jembatan,” tutupnya
(Kalam)
***






