GlobalSulbar.com, Polman – Tujuh anggota satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Polman yang diduga terlibat dalam kasus tewasnya tahanan dalam sel, saat ini sedang menjalani penempatan khusus (patsus).
Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Slamet Wahyudi, Sabtu 14 September 2024.
“Terkait peristiwa ini, kami sudah mengamankan 7 personil reskrim Polres Polman yang diduga terlibat langsung dan sekarang sudah ditempatkan di penempatan khusus atau Patsus,” Kata Kombes Pol Slamet Wahyudi
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai buntut dari meninggalnya RN, seorang tahanan kasus pencurian biji kakao, yang ditemukan tewas dalam sel Polres Polman.
Ia mengatakan, sejalan dengan arahan dari Kapolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar, pihaknya berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam proses pemeriksaan kasus ini.
Slamet menuturkan, penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua prosedur dipatuhi dan tidak ada pihak yang terlibat dalam tindakan yang tidak sesuai dengan standar operasional kepolisian.
“Jika dalam penyelidikan Propam ditemukan adanya pelanggaran oleh anggota, kami pastikan akan memberikan sanksi tegas bagi anggota yang terlibat,” tegasnya
Dirinya juga menambahkan, bahwa proses pemeriksaan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk menjaga integritas institusi kepolisian dan memastikan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Ia pun meminta agar masyarakat tetap tenang dan memberi kesempatan bagi aparat hukum untuk menyelesaikan penyelidikan secara objektif dan profesional.
Untuk diketahui, sebelumnya, Penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Barat telah memeriksa sepuluh personel Polres Polewali Mandar (Polman) dalam kasus ini.
Kasus tersebut memicu penyelidikan mendalam lantaran diduga adanya kelalaian atau pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kepolisian.
Kepolisian setempat dan Propam Polda Sulbar kini berfokus pada investigasi menyeluruh untuk menentukan penyebab kematian RN serta potensi pelanggaran yang mungkin terjadi selama proses penahanan.
(Kalam)
***






