Cegah Stunting, GMNI Mamuju Kerjasama Dinkes Sulbar Salurkan Sembako

GlobalSulbar.com, Mamuju – Guna mencegah masalah stunting di Provinsi Sulawesi Barat, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Sulawesi Barat menyalurkan bantuan sembako di Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

“Berangkat dari kepedulian terhadap permasalahan stunting di bumi Mala’bi, kami Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dalam hal pencegahan masalah Stunting” kata Ketua GMNI Cabang Mamuju, Adam Jauri, via WhatsAap, Jumat, 29 Desember 2023.

Menurutnya, pihaknya diberikan kepercayaan oleh Dinkes Sulbar untuk menyalurkan bantuan sembako di Kecamatan Bonehau.

“Kami diberikan kepercayaan oleh Dinkes Sulbar untuk menyalurkan sembako sebanyak 150 Karung Beras, 150 Rak Telur dan 150 Susu untuk Ibu Hamil dan susu untuk anak balita”,

“Titik wilayah dalam menyalurkan sembako pencegahan stunting tersebut berada di Kecamatan Bonehau. Sebab Bonehau memiliki jumlah anak balita dan ibu hamil yang cukup banyak jadi sangat perlu untuk diberikan sentuhan” jelas Adam

Ia mengakui, penyaluran sembako tersebut menjadi tamparan bagi Pemerintah Kabupaten Mamuju yang dalam kinerjanya sangat lamban dan kehadirannya hampir tidak terlihat.

Pihaknya juga mengapresiasi Dinkes Sulbar yang telah melibatkan mahasiswa dalam upaya pencegahan stunting di Sulbar.

“kami mengapresiasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat oleh karena telah melakukan lompatan kerja yang positif salah-satunya ialah melibatkan kelompok Mahasiswa dalam bergotong royong mencegah adanya Stunting di Provinsi Sulawesi Barat” tutup Adam

Diketahui, Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6% pada 2022. Angka ini turun 2,8 poin dari tahun sebelumnya.

Sulawesi Barat berada di peringkat kedua setelah NTT dengan prevalensi balita stunting sebesar 35%. Lalu, Papua Barat dan Nusa Tenggara Barat memiliki prevalensi balita stunting masing-masing sebesar 34,6% dan 32,7%. **

(Kalam)

Pos terkait