GlobalSulbar.com, Majene – Leonardus selaku pelaksana lapangan proyek pembangunan gedung Sekolah MTS Negeri 2 Majene berhasil menyelamatkan anggaran Kemenag Sulbar senilai 39 miliar yang terancam dipending selama tiga tahun.
Anggaran itu berhasil Leonardus selamatkan setelah dirinya menyanggupi untuk menyelesaikan proyek pekerjaan gedung Sekolah MTS Negeri 2 Majene yang hampir putus kontrak pada oktober lalu.
Pasalnya, Jika pekerjaan sekolah tersebut putus kontrak maka anggaran untuk Kemenag Sulbar senilai 39 miliar untuk tahun 2024 bakal dipending selama tiga tahun.
“Pekerjaan gedung sekolah ini sudah mau putus kontrak pada oktober bulan kemarin, dan dampaknya kalau putus kontrak ini kerjaan kemarin”,
“Anggaran untuk Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Barat senilai 39 Miliar itu di pending selama 3 tahun berturut turut sampai 2027” beber pria yang akrab disapa Leo ini, Sabtu, (2/12).
Ia menjelaskan, Pagu Anggaran pekerjaan sekolah tersebut senilai 2,3 Miliar namun sudah dikeluarkan uang muka 30 persen oleh pelaksana lapangan sebelumnya, <span;>sementara progres pekerjaan di lapangan masih 24 persen, sehingga ada kerugian negara 6 persen.
“Makannya kemarin saya bantu ini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam hal ini Kemenag Sulbar untuk menyelesaikan ini kerjaan”,
“Untung saya kerja ini bangunan sampai 70 persen, dan saya sudah termin 70 persen dan puji tuhan sudah hampir rampung 100 persen” jelasnya
Menurutnya, hal itu dilakukannya selain untuk menyelamatkan anggaran Kemenag Sulbar senilai 39 miliar, dirinya juga tak ingin jika ratusan murid di sekolah tersebut pindah ke Sekolah lain, lantaran keterbatasan ruang kelas.
“Alasan saya kenapa saya beranikan diri untuk membantu kementerian agama Provinsi Sulawesi Barat lanjutkan ini kerjaan tanpa memikirkan keuntungan pribadi lagi”
“karena saya ingin ratusan siswa di sekolah ini tidak pindah ke sekolah lain karena terbatasnya ruang kelas dan saya pribadi sangat menyayangkan kalau anggaran untuk kemenag Sulbar senilai 39 Miliar itu terpending sampai tahun 2027 hanya karena persoalan ini”,
“Selain itu, saya juga sebagai orang Sulbar sangat menyayangkan kalau generasi Kabupaten Majene terganggu karena minimnya anggaran dan fasilitas belajar mengajar hanya persoalan ini makanya saya optimis cuma dalam waktu satu bulan stengah saya selesaikan ini kerjaan” tutup Leo
Menanggapi hal tersebut, Kepsek MTS Negeri 2 Majene, Ismail Saleh menyampaikan tiga hal, Pertama, beliau (Leo : red) dengan penuh tanggung jawab berada dilokasi selama proses pekerjaan berjalan,Itu artinya beliau sangat serius dalam menangani proyek ini”,
“Kedua, dari segi progres pembangunan betul – betul mengejar kecapaian target yg dibebankan kepada beliau,dengan tetap menjaga kualitas bangunan termasuk apa yg menjadi masukan -masukan kami dimadrasah sell menjd bagian dari perhatian beliau”,
“Ketiga, beliau disetiap waktunya selalu berkoordinasi kepada kami terkait proses kelanjutan pembangunan proyek tersebut” papar Ismail
Menurut Ismail, apa yang telah dikerjakan oleh Leonardus sangat luar biasa.
“Alhamdulillah setelah kita melihat dan memantau dari hari kehari apa yg dilakukan oleh beliau itu sangat luar biasa” ucapnya
(Kalam)






