Gelar Pertemuan Dengan PLN, Dinas ESDM Bahas Rencana Pembangunan PLTA di Sulbar

GlobalSulbar.com, Jakarta – Pihak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat menggelar pertemuan dengan Direksi PLN Pusat, di Kantor PLN Pusat, Kamis, (16/11).

Pertemuan itu turut dihadiri oleh Kadis ESDM Sulbar, Amir, didampingi JF Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Muda, Farid Asyahdi, Executive Vice President Konstruksi Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, Weddy Bernadi Sudirman, dan Vice President Energi Hidro PLN Pusat, Hendro Prasetyawan.

Kepala Dinas ESDM Sulbar, Amir mengatakan, kedatangannya mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) untuk mendorong pengelolaan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sulbar.

Dia menekankan pentingnya pengelolaan potensi EBT agar segera diimplementasikan dalam pembangunan pembangkit listrik, terutama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

“Saya berharap potensi EBT ini dapat dimasukkan dalam revisi Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun ini, sehingga pembangunan PLTA dapat dimulai pada tahun depan,” ucap Amir

Menurutnya, pembangunan pembangkit listri EBT di Sulbar akan menjawab segala persoalan pemadaman bergilir yang dialami masyarakat Sulawesi, karena kurangnya debit air di pembangkit listrik yang berada di provinsi lain.

“Sulbar memiliki keunggulan dengan sungai-sungai yang memiliki debit air yang konsisten, tidak terpengaruh oleh kekeringan yang panjang,” ujarnya

Amir menyinggung adanya enam perusahaan berkeinginan membangun pembangkit listrik EBT di Sulbar.

Namun, kata Dia, hingga saat ini, pemerintah pusat belum memberikan kuota untuk pembangunan PLTA di daerah tersebut.

Pemprov Sulbar berharap PLN segera melakukan pelelangan PLTA di Mamuju dan melibatkan swasta dalam proyek Independent Power Producer (IPP) pembangkit EBT di daerah tersebut.

Pada pertemuan itu juga, Amir menekankan, keseriusan pemerintah pusat dan PLN untuk mendukung pengembangan pembangkit EBT serta memberikan kepercayaan kepada para investor yang mengalami penurunan kepercayaan kepada pemerintah provinsi akibat lambannya progres usulan investasi mereka.

Executive Vice President Konstruksi Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, Weddy Bernadi Sudirman menyampaikan, PLN bersama Kementerian ESDM sedang menyusun revisi RUPTL. Mengingat potensi EBT di Sulbar, Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan IUP Makassar untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya.

Weddy menegaskan komitmen PLN dan pemerintah untuk mendukung NET ZERO EMISSION pada tahun 2060.

Ia berharap, pemerintah Provinsi membuat regulasi yang melarang perambahan hutan di wilayah tangkapan hujan sungai untuk PLTA yang akan dilelang atau dibangun di Sulbar.

Sementara itu, Vice President Energi Hidro PLN Pusat, Hendro Prasetyawan juga menyampaikan, PLN akan membangun backbone dengan kapasitas yang lebih besar untuk mendukung permintaan daya yang semakin meningkat dari sektor industri di regional Sulawesi.

Olehnya itu, dirinya akan segera berkoordinasi dengan IUP PLN Makassar untuk mengkoordinasikan permintaan Pemprov Sulbar dalam pengembangan sektor energi di wilayah tersebut.

(Kalam)

Pos terkait