Kadis kominfopers Sulbar Paparkan Tiga Cara Hadapi Kampanye Hitam

GlobalSulbar.com, Mamuju – Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfopers) Sulbar, Mustari Mula menjadi narasumber pada kegiatan yang digelar oleh Bawaslu Sulbar, di Aula Hotel Yaki, Kamis, (16/11).

Kegiatan publikasi hasil pengawasan penyusunan daftar pemilih dan persiapan pengawasan kampanye di media pada pemilihan umum tahun 2024 tersebut dihadiri puluhan insan pers mulai dari media elektronik, media Online hingga media cetak.

Melalui kesempatan itu, Mustari Mula, mengatakan, bahwa isu krusial jelang Pemilu 2024 khususnya di publikasi adalah informasi-informasi hoax yang marak dijumpai dan menjadi konsumsi masyarakat di media sosial.

“Media menjadi mitra strategis pemerintah khususnya kami di dinas Kominfo sebagai perpanjangan tangan untuk memerangi informasi hoax yang marak di tengah masyarakat,” katanya

Ia memaparkan, tiga cara menghadapi hoax dan kampanye hitam yakni mengenali, mengelola, dan memutus. Masyarakat diminta untuk jeli mengkonsumsi informasi ataupun berita.

“Dapat dilihat dari judulnya dulu, kalau itu cenderung provokatif atau menggunakan kalimat-kalimat persuasif yang memaksa maka perlu menjadi atensi,” ucapnya

Untuk itu, langkah antisipasi Kominfo menangkal hoax khususnya jelang pemilu 2024 yakni melakukan mitigasi khususnya ruang digital yang sehat.

“Menangani berita hoax dari hulu melalui literasi digital seperti meningkatkan keterampilan digital, etika digital, budaya digital dan aman digital,” tutur Mustari

Selain itu, membangun kerjasama dengan peserta dan lembaga penyelenggara pemilu baik Parpol, Kominfo itu sendiri, KPU sebagai penyelenggara dan Bawaslu selaku pengawas pemilu.

Selanjutnya, membentuk satgas dalam mensosialisasikan pemilu damai, aman dan sehat dalam hal berita dan informasi publik penyelenggaraan pemilu 2024.

“Saat ini Kominfo memiliki cyber drone, cyber petron yakni tim yang bertugas memelototi ruang digital untuk mengidentifikasi berita yang berisi konten negatif disinformasi, hoax, negatif campaign, serta laporan masyarakat,” tutup Mustari

(Kalam)

Pos terkait