Gelar Kajian, Kepala Balitbangda Sebut Kasus Pernikahan Anak Terbanyak di Polman

GlobalSulbar.com, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulbar melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sulbar menggelar kajian pencegahan pernikahan anak, Rabu (11/10).

Kajian ini melibatkam stakeholder dilingkup Pemprov Sulbar yang menjadi bagian untuk bersama-sama mencegah pernikahan anak di usia dini.

Kepala Balitbangda Sulbar, Muhammad Hamzih, mengatakan, beberapa temuan tim yang masuk dalam kajian tersebut seperti tingginya pernikahan anak di Sulbar.

“Ini paling banyak persentasenya di Pasangkayu dan Mamuju, kalau jumlahnya paling banyak di Kabupaten Polman,” sebut Hamzih

Olehnya itu, tim mengkaji penyebab terjadinya peningkatan pernikahan anak di usia dini di Sulbar, termasuk dalam memecahkan masalahnya.

“Ada beberapa faktor ini meningkat seperti budaya, ada tradisi di kampung orang tua segera menikahkan anaknya dan ada faktor ekonomi. Ini selalu menjadi faktornya kalau sudah ada yang melamar langsung dinikahkan tanpa harus melihat resikonya,” ungkap Hamzih.

Selain itu, ada juga faktor kecelakaan atau hamil di luar nikah. Tentunya harus di nikahkan orang tuanya.

“Beberapa masukan dalam kajian ini dalam mengurangi angka pernikahan anak di usia dini itu. Intinya di situ, perlu melibatkan beberapa komponen pemerintahan,” ujarnya

Komponen pemerintah dimaksudkan turut terlibat mulai Pemprov, BKKBN, Pemkab, pemerintah desa sampai ketingkat dusun.

“Karena persoalan ini harus menjadi perhatian khusus dan perlu edukasi kepada masyarakat bahayanya pernikahan dini. Ini akan kita sampaikan ke pemerintah daerah,” tutupnya

(Kalam)

Pos terkait