GlobalSulbar.com, Mamuju – Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram yang terjadi beberapa hari terakhir di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat dipicu jalur distribusi.
Hal itu diungkapkan Kabid Perlindungan Konsumen, Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju, Andi Acce Tenrisaung, S.E, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu, (9/8).
“Kelangkaan tabung gas elpiji itu dipicu jalur distribusi” kata wanita yang akrab disapa Tenri ini
Menurutnya, akibat kendala jalur distribusi tersebut menyebabkan pasokan tabung gas elpiji 3 Kg di stasiun pengisia bahan bakar elpiji (SPBBE) Papalang mengalami pengurangan.
“Karena terkendala jalur distribusi, Pasokan gas di SPBBE Papalang berkurang, jadi ada beberapa agen jatahnya berkurang, sehingga yang tadinya 50, berkurang menjadi 20” tutur Tenri
Ia menjelaskan, untuk mengatasi kelangkaan tersebut pihaknya telah meminta ke pihak pertamina untuk mengupayakan menyalurkan gas elpiji bagi masing – masing agen dalam satu hari.
“Kami minta dari pihak pertamina untuk mengupayakan dalam satu hari itu setiap agen ada penyaluran, sehingga bisa didistribusikan ke pangkalan – pangkalan” jelas Tenri
Selain itu, pihaknya juga mendesak pihak pertamina agar SPBBE menambah mobil tangkinya.
“Kami juga mendesak pertamina supaya SPBBE memperbanyak mobil tangkinya, yang tadinya dua atau tiga bisa sampai empat” ungkapnya
Tenri menambahkan, jatah gas elpiji 3 Kg untuk masyarakat miskin yakni 4 tabung per bulan, sementara untuk UKM 10 tabung per bulan” tambahnya
(Kalam)






