Dianggap Berbau Pornografi, GMNI Mamuju Soroti Pernyataan Pj. Gubernur Sulbar

GlobalSulbar.com, Mamuju – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju menyoroti pernyataan Pj Gubernur Sulbar, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, yang menganalogikan ASN seperti alat kelamin pria, lantaran dianggap berbau pornografi.

“Kami dari GMNI Cabang Mamuju menyoroti pernyataan  Pj. Gubernur Sulbar Prof. Zudan Arif Fakrulloh melalui sambutannya pada acara yang digelar di Taman Marasa Corner, Rabu,(2/8/2023) yang sangat berbau pornografi, contohnya ialah Pj Gubernur Sulbar menganalogikan ASN seperti Alat Kelamin Pria” kata Wakil Ketua Bidang Politik dan jaringan  GMNI Cabang Mamuju, Hasdi Wijaya, saat dihubungi via WhatsAap, Kamis, (3/8).

Menurut Hasdi, Pj gubernur sulawesi barat tidak sepantasnya menganalogikan ASN sebagai Alat kelamin pria dalam melaksanan tugasnya karena itu tidak mencerminkan etika yang baik sebagai pejabat publik” ujarnya

Ia menuturkan, seharusnya Selaku Pejabat Gubernur dapat memberikan contoh yang baik dalam menganalogikan sesuatu. Banyak hal yang bisa di jadikan perumpamaan  yang memiliki arti mendidik, menginspirasi, dan yang mengedukasi. Seperti menggunakan pesan-pesan leluhur, perumpamaan-perumpamaan yang membangkitkan semangat juang para ASN dalam menjalankan tugasnya” tutur Hasdi

Pihaknya juga sangat menyayangkan pernyataan Pj Gubernur  dikarenakan dia menyampaikan itu di dalam forum resmi yang di gelar oleh pejabat pemerintah sulawesi barat bersama dengan DPRD Provinsi Sulbar.

“Ini menjadi bahan evaluasi serta kritikan yang pedas untuk seluruh pejabat publik terkhusus PJ Gubernur Prof.Zudan Arif Fakrulloh untuk lebih mengendepankan nilai etika. Bukan menyampaikan pernyataan yang sangat berbau pornografi” beber Hasdi

Hasdi menilai Pj Gubernur Sulawesi barat melanggar undang-undang  No 44 tahun 2008 tentang pornografi yang mengatakan, “jadi ibu bapak harus hamble sepeti burung, Burung Burungnya pak H, Pak AM. Burung itu burung ini gak ada yang anak-anak kan dewasa semua kan, jadi burung itu harus rendah hati dia hanya di butuhkan menonjol saat akan bekerja dan burung itu menyerang untuk membahagiakan dan yang di serang itu merasakan kepuasan, kebahagian, kenikmatan. Dan menyerang untuk  produktif memproduksi anak”

“Karena selayaknya seorang pemimpin itu harus lebih mengedepankan nilai-nilai intelektual dan tutur kata yang baik” tutup Hasdi

(Kalam)

Pos terkait