GlobalSulbar.com, Mamuju – Untuk mengembangkan tanaman hortikultura, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menargetkan 200 hektar lahan di Kawasan Transmigrasi.
Hal itu menjadi pembahasan pada rapat Grand Design Hortikultura di Kawasan Transmigrasi yang dipimpin langsung oleh PJ Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh bersama Dinas Transmigrasi Sulbar, beserta pihak PT. Pupuk Kaltim, dan Offtaker, Jumat, (7/7).
Pengembangan hortikultura tersebut akan dijalankan dengan pola kemitraan antara Petani, Offtaker dan Bumdes.
Sebenarnya, grand desain ini sudah berjalan sejak 2020, hanya saja terkendala pandemi Covid-19 sehingga baru dapat menjalankan penanaman Kol di lahan yang disiapkan.
Menurut, PJ Gubernur Sulbar Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, dengan lahan 200 hektar yang telah disiapkan rencananya akan melakukan penanaman komoditi lainnya
“Rencananya kita akan tanam cabe keriting, bawang prei dan tomat ini kerjasama dengan Pupuk Kaltim dengan mitranya (Offtaker),” kata Zudan.
Pada kesempatan itu juga, Kepala Dinas Transmigrasi Sulbar, Ibrahim mengungkapkan, sebenarnya lahan perkebunan di satuan pemukiman (SP) transmigrasi di Sulbar memiliki potensi hingga 1.200 hektar.
“Ini menjadi potensi kedepan agar agar kerjasama ini dapat terus dikembangkan” ungkap Ibrahim
(Kalam)






