GlobalSulbar.com, Mamuju – Puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Kamis, (16/3).
Mereka melakukan aksi unjuk rasa menuntut Kepala Badan pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Provinsi Sulawesi Barat, Amujib, dicopot dari jabatannya, karena dianggap telah melecehkan salah seorang senior PMII cabang Mamuju.
“Kami melakukan aksi unjuk rasa hari ini untuk menuntut kepala BPKPD Sulbar, Amujib, dicopot dari jabatannya, karena kami menganggap beliau telah melakukan pelecehan terhadap senior kami ketika beberapa waktu lalu bertandang ke Kantor tersebut dalam rangka memintah data terkait PAD Sulbar, namun bukannya memberikan data itu, tetapi justru beliau mengatakan, berikan saja itu uang 50 ribu” ungkap Syamsuddin, selaku Ketua PMII Cab. Mamuju, saat ditemui disela-sela aksi unjuk rasa tersebut.
Ia menuturkan, seharusnya Amujib selaku kepala BPKPD Sulbar tidak menyambut pihaknya dengan cara seperti itu, karena cara demikian dianggap sebagai sebuah pelecehan, sementara tujuan dari kedatangan mereka untuk mewakili masyarakat memintah pihak BPKPD Sulbar mentransparansikan PAD Sulbar agar bisa diketahui seluruh masyarakat di Sulbar sampai lapisan bawah.
“Seharusnya bapak Amujib selaku kepala BPKPD Sulbar, tidak menyambut kami dengan cara demikian, karena menurut kami cara demikian sebuah pelecahan, sementara kedatangan kami untuk mewakili masyarakat memintah transparansi PAD Sulbar, agar bukan hanya kalangan atas yang mengetahuinya, tetapi juga kalangan masyarakat kecil” ujarnya
Menurutnya, aksi unjuk rasa ini juga sekaligus merupakan Evaluasi terkait kinerja PJ Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Akmal Malik, yang dinilai belum memuaskan, karena angka Stunting di Sulbar masih menduduki posisi kedua se indonesia sampai saat ini, sementara itu anggaran untuk penangan Stunting di Sulbar cukup besar yaitu mencapai 27 miliar.
Secara terpisah, Kepala Bidang pendapatan Daerah, BPKPD Provinsi Sulawesi Barat, Naruddin, saat dikonfirmasi membantah tudingan tersebut, menurutnya apa yang dilakukan kepala BPKPD itu bukan sebuah pelecehan, namun merupakan jamuan.
“Sebenarnya tidak ada niat kami untuk melecehkan, tetapi kami hanya menjamu mereka, namun karena kedatangan mereka diluar jam kerja yaitu jam 5 sore”
“sehingga pemegang data PAD juga sudah pulang, jadi sebagai orang tua kami memberikan uang kepada mereka sejumlah 50 ribu rupiah kepada mereka untuk makan minum, dan sekaligus memintah kepada mereka untuk mengingatkan kami terkait data PAD tersebut” ucap Naruddin
(Kalam)






