Perkuat Konektivitas Antarwilayah, Gubernur Sulbar Genjot Pembenahan Infrastruktur Jalan

GlobalSulbar.com, Mamuju – Guna memperkuat konektivitas antarwilayah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) terus menggenjot pembenahan infrastruktur jalan.

Pada tahun ini, Pemprov Sulbar merencanakan penanganan jalan provinsi sepanjang 33,335 kilometer di sejumlah ruas jalan strategis.

Rencana tersebut lebih panjang 14,375 kilometer dibandingkan realisasi penanganan jalan pada 2025 yang mencapai 18,960 kilometer.

Upaya ini menjadi bagian dari agenda pembangunan infrastruktur Pemprov Sulbar melalui misi keempat Panca Daya Gubernur Suhardi Duka, yakni membangun infrastruktur jalan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk mewujudkan Sulbar Maju dan Sejahtera.

Secara bertahap, Pemprov Sulbar menargetkan perbaikan jaringan jalan dapat mendukung kelancaran mobilitas warga, memperkuat hubungan antar daerah, serta mempermudah akses masyarakat terhadap pusat kegiatan ekonomi dan pelayanan publik.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulbar, pemerintah provinsi memiliki kewenangan atas 24 ruas jalan dengan total panjang 528,31 kilometer yang tersebar di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat.

Kepala Dinas PUPR Sulbar, Surya Yuliawan Sarifuddin, mengatakan penanganan jalan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi masing-masing ruas. Pekerjaan yang telah dilaksanakan pada 2025, kata dia, kini telah dimanfaatkan masyarakat dan pengguna jalan lainnya.

“Pekerjaan peningkatan jalan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 telah selesai dan saat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat dan pengguna jalan lainnya. Hal ini diharapkan memberikan manfaat dalam meningkatkan aksesibilitas, kelancaran mobilitas masyarakat, serta mendukung kegiatan perekonomian dan pelayanan publik,” ujarnya, Selasa 20 Oktober 2026.

Surya menjelaskan, hasil pekerjaan pada 2025 merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi meningkatkan kondisi dan kemantapan jaringan jalan, terutama pada ruas yang menjadi prioritas penanganan.

Namun, ia mengakui kebutuhan perbaikan jalan di Sulbar belum seluruhnya dapat dipenuhi melalui pekerjaan yang telah dilakukan. Sejumlah ruas masih membutuhkan peningkatan maupun penanganan lanjutan.

Olehnya, Pemprov Sulbar kembali mengalokasikan anggaran untuk penanganan jalan pada 2026. Penentuan prioritas, menurut Surya, mempertimbangkan kondisi aktual jalan, tingkat kerusakan, tingkat pelayanan, konektivitas antarwilayah, serta manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Dalam daftar rencana 2026, ruas Salubatu–Bonehau menjadi salah satu lokasi dengan penanganan yang cukup panjang, yakni 8,177 kilometer. Ruas Batas Tapalang Barat–Batas Tapalang di Desa Tampalang juga direncanakan mendapat penanganan sepanjang 9,717 kilometer.

Rencana pekerjaan lainnya mencakup ruas Bonehau–Kalumpang sepanjang 2,108 kilometer, Jalan Abd. Malik Pattana Endeng–Sumare (Rangas)–Batas Tapalang Barat sepanjang 0,934 kilometer, Salutambung–Urekang sepanjang 0,865 kilometer, Pallang-pallang–Batas Tibung sepanjang 2,244 kilometer, serta Lombongan–Petabeang sepanjang 2,193 kilometer.

Penanganan juga direncanakan pada ruas Lampa (Mapilli)–Matangnga sepanjang 1,746 kilometer, Matangnga–Keppe sepanjang 2,326 kilometer, Tabone–Nosu sepanjang 1,174 kilometer, Tikke–Batas Sulawesi Tengah sepanjang 1,048 kilometer, dan Tobadak–Tobadak VII sepanjang 0,803 kilometer.

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, rencana pendanaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, serta Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), termasuk LKBB dan PAD.

Pos terkait