GlobalSulbar.com, Mamuju – Guna memperluas diseminasi informasi terkait perkembangan perekonomian Sulawesi Barat, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Sinergi dan Kolaborasi dengan Media (SIPAKADA MEDIA), di Cafe Ruang Rindu, Jumat, 8 Mei 2026.
Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan BI Sulbar, Eka Putra Budi Nugroho memaparkan perkembangan ekonomi Sulawesi Barat pada triwulan I 2026.
Menurut Eka, ekonomi Sulawesi Barat pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,33 persen (yoy) atau lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 6,54 persen.
Sementara itu, Sulawesi Barat pada April 2026 mengalami inflasi sebesar 0,24 persen (mtm).
Lebih lanjut, Eka menjelaskan, Sejumlah komoditas yang mengalami inflasi dan deflasi.
Komoditas yang mengalami inflasi dan penyebabnya
1. Tomat dan bawang merah : penurunan pasokan dari daerah sentra diluar Sulawesi Barat yakni enrekang dan palu
2. Akutan Udara : kenaikan harga bahan bakar avtur seiring tren peningkatan harga minyak dunia.
3. Telepon seluler : penyusuaian harga di tingkat distributor seiring kenaikan biaya komponen penyusunnya.
4. Beras : penurunan pasokan beras pasca berakhirnya puncak panen gelombang pertama yang terjadi pada bulan sebelumnya
Komoditas yang mengalami deflasi dan penyebabnya
1. Aneka ikan laut (ikan layang, ikan cakalang, dan ikan katambak) : peningkatan pasokan sejalan dengan normalisasi aktivitas nelayan serta gelombang laut yang lebih stabil diperairan Sulbar.
2. Telur ayam ras : pasokan yang stabil dari sentra diluar Sulbar yakni, Sidrap.
3. Emas perhiasan : penurunan signifikan harga emas dunia akibat permintaan emas global yang menurun seiring penguatan dolar AS ditengah situasi ketegangan geopolitik yang masih tinggi.
(Kalam)
***






