GlobalSulbar.com, Mamuju – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan, menerima kunjungan Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Barat, Izbet Alighorky, di ruang kerjanya, Rabu 21 Januari 2026.
Melalui kunjungan tersebut, Manager PLN UP2K Sulbar, Izbet Alighorky menyampaikan komitmen PLN untuk terus melaksanakan pembangunan Listrik Desa (Lisdes) dan meningkatkan layanan kelistrikan di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Barat, termasuk daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau.
Menurutnya, saat ini Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Sulawesi Barat telah mencapai 90,97 persen.
Namun demikian, masih terdapat lebih dari 9 persen masyarakat yang belum menikmati akses listrik PLN.
Olehnya, program pembangunan listrik desa serta program listrik gratis/Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menjadi instrumen penting untuk mendorong RE PLN menuju 100 persen.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat 19 desa yang belum berlistrik di Sulawesi Barat, dengan kondisi akses jalan yang sangat ekstrem, sehingga menyulitkan mobilisasi dan pengangkutan material jaringan listrik.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pada tahun 2025 PLN UP2K Sulbar telah merencanakan pembangunan jaringan listrik di 20 lokasi, guna menjangkau desa dan dusun yang belum berlistrik.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan menyampaikan dukungan penuh kepada PLN dalam upaya melistriki seluruh desa dan dusun yang belum terjangkau listrik PLN.
Bujaeramy berharap, Pemerintah Kabupaten dapat memprioritaskan pembangunan dan peningkatan akses jalan menuju desa dan dusun yang belum berlistrik, serta melakukan sinkronisasi dengan program BPBL Kementerian ESDM agar berjalan seiring dalam mendorong peningkatan rasio elektrifikasi di Sulawesi Barat.
Selain itu, Ia juga mengimbau kepada para kepala desa (Kades) dan lurah agar segera menyampaikan usulan masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik atau kWh meter ke Dinas ESDM Sulbar, sebagai dasar pendataan dan pengusulan program listrik gratis atau BPBL.
Dirinya pun menambahkan, hal ini sejalan dengan Visi dan Misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan layanan dasar, termasuk akses energi listrik.
(Kalam)
***






