GlobalSulbar.com, Mateng – Setelah sukses menyelenggarakan Festival Muara Sungai (FMS) Budong-Budong di Dusun Patulana, Desa Budong-Budong, Kecamatan Topoyo, pada 28 hingga 29 Mei 2025, Aliansi Masyarakat Pesisir (AMP) Budong-Budong kembali menggelar FMS di Dusun Mess, Desa Babana, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulbar, pada 8 hingga 9 Juni 2025.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas melimpahnya hasil tangkapan ikan seribu di muara sungai dan sekaligus menjadi sarana penguatan sikap warga dalam menolak kehadiran tambang pasir milik PT Yakusa Tolelo Nusantara yang rencananya bakal beroperasi di wilayah muara Sungai Budong-Budong.
Kegiatan Festival Muara Sungai Budong-budong ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Mamuju Tengah, di antaranya, Ilham Yunus dari Fraksi Golkar dan Suryanto DB dari Fraksi Nasdem
Ilham Yunus mengatakan, kegiatan FMS Budong-budong harus tetap dikembangkan.
Menurutnya, event seperti ini harus menjadi agenda tahunan
“Saya akan support terus kegiatan Festival Muara ini, kalau perlu kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan karena event ini dapat menjadi medium silaturahmi bagi seluruh masyarakat” tutur Ilham
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, Aco Muliadi mengatakan, masyarakat Budong-Budong tidak menolak pembangunan maupun investasi.
Namun, ketika ekosistem dan ruang hidup terancam, warga merasa bertanggung jawab untuk mempertahankannya.
“Kami tidak anti pembangunan. Tapi kami tidak akan pernah merelakan ruang hidup kami dihancurkan atas nama investasi dan regulasi,” tegasnya.
Untuk diketahui, Festival disesi pertama (siang) diisi dengan acara Pertunjukan Silat, Tarian tradisional, Musikalisasi Puisi, Dialog Lingkungan Hidup, dan deklarasi penolakan tambang pasir oleh masyarakat.
Sementara, disesi kegiatan malam, acara di isi dengan kegiatan nonton bareng film dokumenter dan ditutup dengan acara makan bersama.
(Kalam)
***






