GlobalSulbar.com, Mamuju – Tokoh Pemuda Bonehau, Ruhul mengecam pernyataan Ketua DPRD Mamuju, Syamsuddin Hatta yang menyatakan bahwa Kecamatan Papalang bakal menjadi ibu kota Kabupaten, jika status Mamuju berubah menjadi Kota Madya.
“Saya mengecam pernyataan Ketua DPRD Mamuju, Syamsuddin Hatta yang menyebut Kecamatan Papalang akan menjadi ibu kota baru jika kota madya terbentuk,” katanya, via WhatsApp, Senin 23 Desember 2024.
Ia menuturkan, Syamsuddin Hatta selaku ketua DPRD Mamuju seharusnya berfikir secara universal.
“Harusnya sebagai pimpinan berpikirlah secara universal, jujur saja sebagai generasi bonehau kami menganggap pernyataan itu bermuatan politik sebab beliau berasal dari dapil lll, yaitu Kecamatan Papalang,” ungkapnya
Olehnya, ia meminta agar ibu kota Kabupaten ditempatkan di Kecamatan Bonehau, lantaran Bonehau merupakan wilayah sentral yang memiliki lahan yang sangat luas.
“Kami meminta ibu kota Kabupaten ditempatkan di Kecamata Bonehau, sebab Daerah bonehau adalah wilayah sentral, bukan Papalang yang notabene wilayahnya hampir 50% kawasannya adalah persawahan”,
“Bagaimana nantinya menata kota, apakah pemerintah akan melanggar perpres No.59 tahun 2019 tentang alih fungsi sawah,
Kenapa kami yakin Kecamatan Bonehau adalah pilihan yg tepat dijadikan sebagai ibu kota baru karena memiliki wilayah yang sangat luas sehingga untuk menata kota pemerintah tidak menemui kendala,” paparnya
Selain itu, lanjut Ruhul, Seyogyanya penempatan lbu kota kabupaten mempertimbangkan asas pembangunan secara merata.
“Bonehau adalah kecamatan tertinggal sehingga ketika lbu kota di tempatkan disana maka termasuk Kalumpang sebagai Kecamatan tertua dan paling tertinggal di Kabupaten Mamuju akan terbangun sebab letaknya dekat dengan wilayah ibu kota nantinya”,
“Ada sederet alasan kenapa kemudian Kecamatan Bonehau paling layak menjadi lbu kota Kabupaten, sehingga kami akan meyampaikan aspirasi ini kepada bapak gubernur terpilih setelah dilantik bahwa apalah artinya pembentukan kota madya ketika masih ada daerah di pronvisi yang sudah berumur 20 tahun belum merasakan kemrdekaan seutuhnya,” jelasnya
Dirinya pun menegaskan, penempatan Kecamatan Bonehau sebagai lbu kota Kabupaten merupakan harga mati yang tak bisa ditawar.
“Demi mewujudkan sila ke-5 Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” tutupnya
(Kalam)
***






