GlobalSulbar.com, Mamuju – Pj Gubernur Sulbar, Prof Zudan Arif Fakrulloh menggelar kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sabtu (11/11).
Kunjungan itu dilakukan untuk melihat sejauh mana intervesi masalah 4+1 di wilayah tersebut.
Dalam penaganan masalah 4+1 daerah, Kecamatan Kalumpang diintervensi langsung oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulbar. Sejak beberapa bulan terakhir DPMPTSP secara intensif melakukan intervensi di daerah itu.
Pj Gubernur Sulbar, Prof Zudan Arif Fakrulloh menyebut ada tiga agenda besar dalam kunjungannya ke Kalumpang, yakni penanganan stunting, penangan kemiskinan, dan mencegah anak tidak sekolah.
“Alhamdulillah progres kita hari ini bagus. Seperti penanganan stunting di Desa Kalumpang, dari 64 bayi hanya delapan yang stunting, jadi lumayan hanya sekitar 12 persen,” kata Prof Zudan.
Ia juga mengungkapkan, untuk penanganan kemiskinan di Kalumpang, dia ingin pemerintah memberikan banyak subsidi bagi masyarakat. Dia menekankan pemerintah untuk meningkatkan lapangan pekerjaan.
“Program-program yang bersifat padat karya harus diperbanyak itu memberi tambahan penghasilan kepada masyarakat. Kuranganya lapangan pekerjaan bisa kita tangani dengan cara subsidi, seperti program keluarga harapan, pasar murah dan bantuan dari desa,” ujar Prof Zudan.
Untuk penanganan anak tidak sekolah (ATS), Prof Zudan ingin menerapkan konsep dasawisma, dimana dilakukan pengawasan dan pemberdayaan hingga kemasyarakat bawah dan menyentuh unit masyarakat terkecil, yakni keluarga.
“Termasuk anak tidak sekolah bisa kita cegah dengan konsep jaga keluarga, jaga tetangga atas dasar dasawisma tadi, agar menjaga bangsa,” tutur Prof. Zudan
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Sulbar, Habibi Aziz, mengungkapkan intervensi dalam penanganan masalah 4+1 daerah yang dia lakukan di Kalumpang sesuai dengan arahan dari Pj Gubernur Sulbar.
“Kita terus berupaya melakukan intervensi penanganan 4+1 ini sesuai dengan arahan Bapak Pj Gubernur. Setelah ini kita akan lebih masifkan lagi dalam penaganan 4+1 ini,” tutup Habibi
(Kalam)






