GlobalSulbar.com, Mamuju – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju meminta Pemerintah Daerah agar memberikan perhatian serius terhadap destinasi wisata Wai Panas Managallang yang berada di Lingkungan Tahaya-haya, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar.
Ketua Cabang GMNI Mamuju, Adam Jauri, mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi destinasi wisata wai panas managallang.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang ada di Tempat Wisata ini, bagaimana tidak, hanya jalan setapak dan batang pohon kelapa yang tidak lama lagi kan lapuk yang terus menerus dilalui untuk menuju Kolam Air Panas ini”
“Padahal ditempat wisata ini menyuguhkan air panas yang dapat menyehatkan, panorama alam yang masih asri, serta nilai sejarah kedaerahan yang tersimpan rapih” kata Adam, via WhatsAap, Senin, (30/10).
Atas kondisi itu, pihaknya meminta agar Pemerintah Daerah memberikan perhatian serius terhadap destinasi wisata tersebut.
“melalaui Gerakan Bakti Sosial ini kami meminta Pemerintah Daerah agar memperhatikan dan mengembangkan Destinasi Wisata Wai Panas Managallang yang berada di Lingkungan Tahaya-haya” tutur Adam
Menurutnya, di momen Hari Sumpah Pemuda ini, DPC GMNI MAMUJU mengadakan kegiatan internalisasi Bina Akrab sekaligus melakukan Gerakan Bakti Sosial di wilayah dampingan yang berada di Lingkungan Tahaya-haya.
Adam menambahkan, gerakan bakti sosial dilakukan sebagai aksi kepedulian terhadap destinasi wisata yang terbengkalai.
“Gerakan Bakti Sosial ini sebenarnya gerakan kepedulian terhadap destinasi wisata yang sudah lama terbelengkalai namun sesungguh nya Objek Wisata Wai Panas Managallang ini memiliki nilai jual yang sangat tinggi,”
“dari nilai yang sangat menjual tersebut dapat memberikan effect keuntungan yang besar daerah, khususnya dapat menambah Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) di Kabupaten Mamuju” tambahnya
(Kalam)






