GlobalSulbar.com, Mamuju – PJ Gubernur Sulbar Prof. Zudan Arif Fakrulloh, mengakui menghadapi tantangan yang luar biasa ketika bertugas di Sulbar.
Hal itu diungkapkan Prof Zudan saat mengikuti acara Coffee Morning bersama DPRD Sulbar, di Marasa Corner, Rabu (2/8).
“ketika bertugas di Sulbar tantangan yang dihadapi sangat luar biasa, masalah urgen harus di selesaikan yaitu empat masalah plus satu seperti stunting, kemiskinan ekstrim,anak putus sekolah, pernikahan anak dan inflasi” aku Zudan
Selain itu, ia juga menemukan APBD Sulbar defisit Rp 66 Miliar.
“Kita cari duitnya untuk menutup itu, bagaimana kita menyelesaikan yang defisitnya ini, dan ketemu, kita menyisihkan sampai semua OPD sudah kita hemat sudah ketemu 30 sampai 34 miliar masih kurang 32 miliar” tutur Zudan
Tidak hanya itu, untuk peningkatan pendapatan pihaknya mendorong agar tunggakan pajak Rp 75 miliar ini bisa kita intensifkan. Meski begitu tren positif serapan dibalik sudah maksimal. Hanya saja beberapa OPD harus bekerja lebih keras utamanya yang berada 10 terbawah.
“Saya minta BPKPD untuk lebih intensif, perlu kerja keras saya sudah mendorong dengan Kapolda untuk rutin menindak kendaraan bermotor,” kata Zudan
Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Halim, mengatakan, coffee morning yang digelar dapat dimanfaatkan untuk membahas bagaimana Provinsi Sulbar kedepan bisa diselesaikan secara bersama.
“Kita ingin menyatukan pemikiran, kita di DPRD sementara membahas KUA PPAS APBD 2024, dimana sudah beberapa hari kita bahas, rupanya kita menghadapi APBD yang berat karena ada beberapa agenda yang tidak bisa kita hindari dan ini kepentingan kita bersama agenda tersebut adalah pilkada yang membutuhkan anggaran yang besar,”
“Sementara kemampuan anggaran yang dimiliki sangat minim sehingga pembahasan tersebut akan di agendakan lagi bersama Gubernur, terutama bagaimana menyusun rencana belanja yang menjadi prioritas bersama” kata Halim
(Kalam)






