Bahas Persoalan Stunting, Pj Gubernur Sulbar Gelar Pertemuan Dengan BKKBN

GlobalSulbar.com, Mamuju — Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat menggelar pertemuan dengan Pj. Gubernur Sulbar, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, di Kantor Gubernur Sulbar (Eks Rujab Wagub), Selasa , (16/5).

Pertemuan itu membahas terkait persoalan stunting, dimana kita ketahui bersama Provinsi Sulawesi Barat tercatat sebagai angka stunting tertinggi kedua di Indonesia.

Menurut Prof Zudan, diperlukan keterlibatan seluruh pihak dalam mengatasi persoalan stunting di daerah ini.

“Stunting bisa kita atasi dengan kebersamaan, program pemerintah tidak bisa kita kerjakan sendiri, perlu dukungan masyarakat, forkopimda, dan lainnya,” kata Prof. Zudan

Ia menuturkan, “selain stunting, problem lainnya seperti kemiskinan, pernikahan usia dini, anak putus sekolah juga perlu menjadi fokus kedepan” tutur Prof Zudan

Pada kesempatan itu juga, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, mengatakan, meningkatnya stunting di Sulbar menjadi perhatian dari pemerintah pusat sehingga diperlukan langkah percepatan.

Pria yang akrab disapa Boni ini mengaku sudah melakukan pertemuan dengan 30 kepala desa di Sulbar.

Ia menjelaskan, dua yang menjadi program BKKBN, yakni spesifik yang menyentuh langsung pada keluarga diduga stunting, dan program sensitif yang lebih kepada merubah perilaku lingkungan dan sebagainya.

“Di Sulbar hanya menyentuh di sensitif, belum banyak spesifik, Ini salah satu temuan,” sebut Boni.

Selain itu, menurut Doni, persoalan data juga merupakan menjadi salah satu faktor penghambat untuk mengatasi stunting sesuai hasil audiens dengan Bupati Mamuju Sutinah Suhardi.

“Memang kebanyakan desa tidak mempunyai data. Sehingga ketika bicara siapa yang akan kita intervensi, kita tidak punya data,” ungkap Boni.

Lebih lanjut, Doni menjelaskan, “Atas temuan itu, langkah pertama yang harus dilakukan kedepan menjadikan balita dua tahun (baduta) dan ibu hamil sebagai prioritas utama yang akan diintervensi”

“Kedua adalah pencegahan terhadap pernikahan anak usia dini yang dapat menjadi ancaman meningkatnya Angka Kematian Ibu dan Bayi, memberikan pendampingan kepada pasangan usia subur dan calon pengantin” jelasnya

Dirinya juga menambahkan, “Siapapun bisa turut dalam penanganan stunting, ini bukan program pemerintah, ini adalah program bangsa, Jadi tanggungjawab anak bangsa, Kami siap membantu Sulbar, dan Saya percaya dengan prof Zudan, stunting dapat kita atasi di Sulbar,” tambahnya

(Kalam)

Pos terkait