Gubernur Sulbar : Tidak Ada Pemimpin yang Tidak Menyayangi Rakyatnya

GlobalSulbar.com, Mamuju – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, di Masjid Nurul Huda Tasiu, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Kamis, 15 Januari 2025.

Dalam sambutannya, Suhardi Duka menegaskan, setiap pemimpin, termasuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, memiliki komitmen kuat untuk mensejahterakan masyarakat.

“Tidak ada presiden yang tidak mencintai rakyatnya. Tidak ada pemimpin yang tidak menyayangi rakyatnya,” ujarnya

Ia memaparkan berbagai kebijakan strategis Presiden Prabowo yang berpihak kepada rakyat, di antaranya program pemenuhan gizi anak melalui alokasi anggaran negara yang besar agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kelaparan. Selain itu, pemerintah pusat juga mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional.

“Pupuk yang sebelumnya disubsidi sekitar 9 juta ton, kini ditingkatkan menjadi 18 juta ton. Tujuannya agar petani memiliki cukup pupuk untuk meningkatkan produksi pertanian,” jelasnya

SDK jug menyinggung program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat sebagai upaya memberikan akses pendidikan layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Anak-anak yang tidak mampu membeli sepatu, tidak mampu belajar dengan baik, kini disekolahkan dan diasramakan. Semua itu untuk menyiapkan masa depan mereka,” katanya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur.

“Kita ingin Sulawesi Barat maju. Hambatan-hambatan kita atasi sedikit demi sedikit. Sekolah diperbaiki, layanan kesehatan diperbaiki, dan infrastruktur terus dibenahi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, bahwa kunci keberhasilan pembangunan daerah terletak pada kepemimpinan yang mencintai rakyat, adil, dan mampu menjadi teladan.

“Jika pemerintah mencintai rakyatnya, tidak membeda-bedakan, dan mendahulukan kepentingan yang utama, maka rakyat akan ikut. Tetapi jika tidak, maka di situlah kekacauan bisa terjadi,” tegasnya.

Pada kesempatan itu juga, SDK mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi gubernur sejak masa sekolah.

Namun, ia meyakini bahwa semua adalah kehendak dan takdir Allah SWT.

“Kalau Tuhan sudah menakdirkan, maka itu pasti terjadi. Dan Allah tidak akan memberi amanah atau cobaan kepada seseorang jika ia tidak mampu memikulnya,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan rasa haru atas kerinduan masyarakat Kalukku terhadap dirinya.

“Ketika saya mendengar masyarakat Kalukku rindu, itu sangat menyentuh hati saya. Karena itu saya batalkan agenda lain dan memilih hadir di sini. Saya juga rindu masyarakat Kalukku,” ucapnya.

Dirinya pun mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum memperkuat keimanan dan kebersamaan.

“Semoga hikmah Isra Mi’raj yang kita peringati malam ini membawa rahmat dan keberkahan bagi kita semua,” tutupnya

 

***

Pos terkait